KETIK, SURABAYA – Memasuki Ramadan 2026, suasana sore di berbagai sudut kota mulai berubah. Menjelang magrib, lapak takjil bermunculan di pinggir jalan dan langsung diserbu pembeli.
Kolak hangat, es buah segar, hingga gorengan yang baru diangkat dari wajan menjadi incaran untuk berbuka. Momentum ini kembali membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meraih keuntungan dalam waktu relatif singkat.
Takjil tetap menjadi sektor yang paling cepat menghasilkan. Modalnya tidak besar, sementara perputaran penjualan berlangsung setiap hari. Selama rasa terjaga dan harga tetap ramah di kantong, pelanggan akan datang dengan sendirinya.
Toko busana muslim yang ramai pengunjung (Foto : pinterest)
Promosi melalui media sosial dan grup percakapan juga turut membantu menjangkau pasar lebih luas tanpa biaya tinggi. Selain itu, layanan katering sahur dan berbuka menunjukkan tren peningkatan.
Banyak pekerja memilih opsi praktis karena keterbatasan waktu di rumah. Paket harian dengan menu variatif, porsi seimbang, serta pengantaran tepat waktu menjadi nilai tambah di tengah persaingan yang kian ketat.
Memasuki pertengahan bulan, geliat belanja semakin terasa. Toko busana muslim mulai dipadati pengunjung, baik di pusat perbelanjaan maupun platform digital. Gamis, koko, tunik, serta hijab dengan potongan simpel dan warna lembut diperkirakan tetap mendominasi pilihan untuk kebutuhan silaturahmi saat Lebaran.
Peluang juga terbuka pada bisnis hampers dan parcel. Tradisi berbagi bingkisan kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja terus berlangsung setiap tahun. Kini, konsumen tak hanya mempertimbangkan isi, tetapi juga desain kemasan yang menarik dan siap kirim.
Permintaan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah turut meningkat, terutama menjelang pencairan THR. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk membeli kebutuhan baru atau menyiapkan hadiah bagi orang terdekat.
Walau prospeknya menjanjikan, persaingan tidak bisa diabaikan. Perencanaan stok, strategi promosi, serta pelayanan yang konsisten tetap menjadi faktor penentu agar usaha mampu bertahan hingga akhir Ramadan.
Ramadan bukan hanya tentang ibadah dan kebersamaan. Bagi pelaku usaha yang cermat melihat peluang, periode ini bisa menjadi waktu strategis untuk meningkatkan pemasukan sebelum Hari Raya tiba.(*)
