Intensifkan Pengawasan, Dinkes Pacitan Pastikan Pangan dan Takjil Ramadan 1447 H Aman Dikonsumsi

3 Maret 2026 18:40 3 Mar 2026 18:40

Thumbnail Intensifkan Pengawasan, Dinkes Pacitan Pastikan Pangan dan Takjil Ramadan 1447 H Aman Dikonsumsi

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati bersama tim Dinas Kesehatan Pacitan saat melakukan pengawasan dan pengambilan sampel pangan di Lapak UMKM sekitaran Jalan Ahmad Yani, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mengintensifkan pembinaan dan pengawasan pangan serta takjil selama Ramadan 1447 Hijriah. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi serta memenuhi standar kesehatan.

Pengawasan menyasar sejumlah titik keramaian, mulai dari kawasan publik, pasar tradisional, hingga sentra penjualan takjil musiman yang ramai dikunjungi masyarakat. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Kesehatan.

Kegiatan ini menjadi upaya preventif guna menjamin keamanan pangan selama bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini adalah dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kementerian Kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan takjil selama bulan Ramadan,” tambahnya di sela-sela pemantauan, Selasa, 3 Maret 2026.

Secara jadwal, pemeriksaan dilaksanakan selama dua hari, yakni 3-4 Maret 2026.

Lokasi pengawasan meliputi Pasar Minulyo, kawasan sekitar Alun-alun Pacitan, Pasar Arjowinangun dan Arjosari, serta lapak-lapak penjual takjil di sepanjang jalan.

Nunuk menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sejak dari bahan baku yang dijual di pasar hingga takjil siap saji yang dikonsumsi masyarakat saat sore hari.

“Yang kami periksa adalah bahan untuk takjil yang dijual di pasar. Kami memastikan bahan-bahan yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Pacitan ini aman. Kemudian di sore hari, kami juga memastikan takjil siap makan yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman,” jelasnya.

Selain pemeriksaan langsung di lapangan, petugas juga melakukan pengambilan sampel untuk diuji lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Pacitan.

Foto Proses pengecekan makanan dan takjil yang dilakukan Dinkes Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

Sampel tersebut akan diuji secara bakteriologis dan kimiawi. Untuk uji bakteriologis, dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan Escherichia coli (E-coli). 

Sementara uji kimia meliputi deteksi zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, dan formalin.

“Mudah-mudahan hasilnya semua aman, sehingga bisa dipastikan bahwa takjil yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Pacitan ini benar-benar aman,” tambahnya.

Terkait hasil sementara di lapangan, Nunuk menyampaikan bahwa secara visual belum ditemukan hal-hal mencurigakan.

“Secara visual kami tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan, tetapi nanti hasilnya akan kami uji dulu di Labkesda,” ungkapnya.

Nunuk mengatakan, pengawasan ini rutin dilakukan oleh Dinkes setiap Ramadan mengingat meningkatnya konsumsi takjil dan pangan siap saji.

“Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi takjil dan pangan siap saji. Karena itu kami turun langsung melakukan pembinaan dan pengawasan agar makanan yang beredar aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli takjil.

“Kami mengimbau masyarakat membeli makanan di tempat yang bersih, memilih produk yang tidak mencolok warnanya, serta memastikan kemasan dan penyajian dalam kondisi baik. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Dinkes Pacitan berharap melalui pengawasan intensif ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi.(*)

Tombol Google News

Tags:

dinkes pacitan Pengawasan Pangan Takjil Ramadan 2026 Pasar Minulyo PASAR ARJOWINANGUN Keamanan Pangan Pacitan