Sudah Angkat Ratusan Pegawai, Dinkes Pacitan Akui Masih Berburu Dokter

19 Januari 2026 13:53 19 Jan 2026 13:53

Thumbnail Sudah Angkat Ratusan Pegawai, Dinkes Pacitan Akui Masih Berburu Dokter

Penyerahan SK pengangkatan kepada sebanyak 215 PPPK paruh waktu, Rabu, 26 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Meski sudah menambah ratusan tenaga melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dan jalur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas, kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya terjawab. 

Yang paling terasa, kursi dokter masih belum terisi ideal.

Kepala Dinkes Pacitan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nur Farida, mengakui masih ada kekurangan, terutama untuk tenaga dokter Puskesmas maupun RSUD.

"Kalau kekurangan tetap masih, tenaga dokter kita yang masih perlu tambahan," kata Nur Farida kepada Ketik.com, Senin, 19 Januari 2025.

Namun jika secara umum, imbuhnya, kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas diklaim mencukupi. Kekurangan yang ada bukan pada profesi inti.

"Kalau disebut final belum. Tapi kalau kekurangannya tidak terlalu banyak ya. Itu untuk profesi-profesi yang spesifik, seperti akutansi, driver, tenaga kesehatan keliling, jadi bukan untuk bidan dan perawat," jelasnya.

Ia menyebut, seluruh puskesmas di Pacitan saat ini telah memenuhi tujuh jenis tenaga kesehatan yang menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. 

Ketujuh tenaga wajib tersebut sudah tersedia, meski jumlahnya berbeda antar puskesmas.

"Dari Kemenkes sudah memberikan skala prioritas tujuh tenaga nakes yang wajib terpenuhi dulu. Dan semua puskesmas di Pacitan sudah lengkap sebanyak tujuh itu. Itupun jumlahnya beda-beda antara puskesmas rawat inap dan puskesmas rawat jalan," kata Farida.

Ditanya soal jumlah, Farida justru mengatakan, beragamnya jenis profesi di sektor kesehatan membuat Dinkes Pacitan tidak bisa menyebutkan angka pasti kekurangan tenaga.

"Kalau di Dindik kan cuma profesi guru, kalau di kami kan profesinya banyak. Makanya kami tidak bisa langsung menghitung kekurangannya berapa jumlahnya," ujarnya.

Ke depan, Dinkes Pacitan akan menyusun rencana kebutuhan tenaga atau Renbut sebagai dasar pengusulan pengadaan aparatur sipil negara, baik melalui jalur PPPK maupun CPNS. 

Selain itu, pemenuhan tenaga juga akan ditempuh lagi melalui mekanisme BLUD sesuai arahan pimpinan.

"Otomatis kalau kami di Dinkes adalah penyusunan Renbut atau rencana kebutuhan, terkait usulan-usulan untuk pengadaan tenaga ASN, entah nanti pimpinan mengarahkan ke PPPK atau CPNS ya menunggu saja. Cuman ada beberapa tenaga yang akan kami lengkapi di BLUD nanti dengan mekanisme perekrutan," ujarnya.

Farida menambahkan, setiap pembukaan rekrutmen selalu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas kebutuhan yang paling mendesak.

"Saya rasa teman-teman sudah menghitung ya, misal kebutuhannya 10, tapi kemampuan anggarannya 5. Ya akhirnya cuma buka rekrutmen 5. Diambil yang paling prioritas," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada akhir November 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mengangkat sebanyak 215 PPPK paruh waktu. Mayoritas dari mereka merupakan tenaga yang telah lama mengabdi di instansi masing-masing, baik di Dinkes maupun puskesmas.

Lalu, perekrutan tenaga medis juga dilakukan melalui BLUD puskesmas pada awal Desember 2025 dengan jumlah sekitar 52 orang. 

Tetapi tambahan itu belum sepenuhnya menutup kebutuhan layanan kesehatan. (*)

Tombol Google News

Tags:

dinkes pacitan Tenaga Medis pppk paruh waktu Puskesmas BLUD Dokter Kesehatan Pacitan pacitan