Dinkes Pacitan Tangani Kasus Diare Massal di Sudimoro, Hasil Uji Lab Masih Ditunggu

21 Januari 2026 15:31 21 Jan 2026 15:31

Thumbnail Dinkes Pacitan Tangani Kasus Diare Massal di Sudimoro, Hasil Uji Lab Masih Ditunggu

Pertemuan lintas sektor di Kecamatan Sudimoro membahas penanganan dan pencegahan kasus diare, dihadiri camat, kapolsek, koramil, Dinkes Pacitan, Puskesmas Sudimoro, serta perwakilan sekolah, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Dinkes for Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Lonjakan kasus diare di Kecamatan Sudimoro sudah mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan. 

Penanganan di lapangan telah dilakukan, sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Surabaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 270-an warga dilaporkan mengalami keluhan mual, sakit perut, hingga diare sejak Sabtu, 17 Januari 2026.

Meluruskan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil survei keluhan masyarakat, bukan seluruhnya pasien yang berobat langsung ke fasilitas kesehatan.

“Jumlah itu bukan data pasien rawat jalan atau rawat inap. Teman-teman mendata berdasarkan keluhan warga di masing-masing wilayah, jadi siapa yang mengeluh mual, sakit perut, atau diare semuanya dicatat meski tidak semua berobat ke puskesmas,” kata dr. Daru, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, dari hasil pendataan, kelompok usia yang paling banyak terdampak adalah balita dan anak usia sekolah dasar. Sementara kasus pada usia remaja relatif sedikit dan tidak ditemukan pada kelompok lanjut usia.

Dalam upaya penanganan di lapangan, lanjutnya, tenaga kesehatan telah diterjunkan untuk memberikan pengobatan standar diare, terutama pencegahan dehidrasi dengan oralit dan zinc. 

Ketersediaan obat dan tenaga kesehatan dipastikan mencukupi.

Pun hingga saat ini, imbuhnya, belum ada pasien yang harus menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut. 

"Tidak ada yang sampai parah. Seluruh kasus yang muncul telah tertangani oleh tenaga kesehatan di lapangan," ungkapnya.

Dugaan Penyebab Masih Tunggu Hasil Uji Lab

Untuk mengetahui penyebab pasti, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sampel veses pesakit telah dikirim untuk uji mikrobiologi di Surabaya, sementara dugaan penularan masih berkisar pada faktor air dan makanan.

“Belum bisa disimpulkan penyebabnya apa. Sampel sedang diuji, hasil mikrobiologi paling cepat dua kali 24 jam,” terangnya.

Dinkes Pacitan juga menyatakan belum ada bukti yang mengaitkan kejadian diare dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Sudimoro.

“Kami sudah komunikasi di lapangan. Tidak ada bukti itu dari MBG, karena yang tidak menerima MBG juga ada yang sakit. Jadi belum ada bukti hubungan langsung,” kata dr. Daru.

Langkah Pencegahan Agar Tak Meluas

Dinkes bersama lintas sektor juga telah melakukan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di lingkungan keluarga. Masyarakat diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pemeriksaan kualitas air juga ditekankan, meski hingga kini belum ditemukan temuan spesifik.

“Sanitasi di sana memang masih ada yang belum layak, jadi ini harus terus disosialisasikan,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran ke wilayah lain, surveilans dini telah dilakukan, termasuk pendataan cepat dan pengobatan segera. Koordinasi juga dilakukan dengan wilayah perbatasan seperti Ngadirojo sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, Dinkes Pacitan bersama kecamatan memfasilitasi pertemuan lintas sektor guna mengevaluasi pelaksanaan MBG dan meredam rumor yang berkembang di masyarakat. 

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, memastikan air minum dimasak, dan segera berobat jika mengalami keluhan,” pungkas dr. Daru.(*)

Tombol Google News

Tags:

diare massal dinkes pacitan Sudimoro Kesehatan Lingkungan Puskesmas