KETIK, MALANG – Bandara Abdulrachman Saleh Malang belum menerima permintaan dari pihak maskapai terkait penambahan jadwal penerbangan (extra flight) untuk masa Angkutan Lebaran 2026.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko, menyebut pihak maskapai biasanya memantau terlebih dahulu animo pemudik yang menggunakan moda transportasi udara.
"Untuk sementara ini, sama seperti jadwal reguler yaitu masih enam penerbangan. Biasanya penambahan jadwal penerbangan tergantung dari animo masyarakat. Artinya, apabila jadwal reguler sudah mencukupi maka tidak ada ekstra," jelasnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menyampaikan bahwa enam jadwal penerbangan reguler di Bandara Abdulrachman Saleh melayani rute Jakarta–Malang (PP). Rata-rata penumpang pada hari biasa mencapai 1.200 orang, sementara saat libur panjang termasuk Idulfitri, jumlahnya melonjak hingga 1.400 orang.
Berdasarkan pengalaman saat masa mudik Lebaran 2025, pihak maskapai biasanya akan mengajukan penambahan jadwal penerbangan saat H-10 Idulfitri.
"Kalau tahun kemarin, ada penambahan jadwal yaitu dua penerbangan tambahan," tambahnya.
Meski hingga saat ini belum ada maskapai yang mengajukan tambahan jadwal, pihaknya tetap dalam posisi siaga apabila sewaktu-waktu ada permintaan penambahan jadwal penerbangan.
Di samping itu, Bandara Abdulrachman Saleh juga merencanakan rapat koordinasi persiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, termasuk TNI AU.
"Perlu saya sampaikan juga, bahwa dari Kementerian Perhubungan maupun Otoritas Bandara Wilayah III akan melakukan inspeksi pesawat. Istilahnya itu ramp check dan ini rutin dari tahun-tahun sebelumnya dalam masa Angkutan Lebaran," tandasnya. (*)
