Mudah Dilakukan! Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan, Simak Penjelasan Ustadz Hanan Attaki

27 Februari 2026 01:00 27 Feb 2026 01:00

Thumbnail Mudah Dilakukan! Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan, Simak Penjelasan Ustadz Hanan Attaki

Ustadz Hanan Attaki (Foto: Tangkap Layar Instagram/@kata_uha)

KETIK, JAKARTA – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Namun, tidak semua orang mampu menjalani hari-hari dengan terus-menerus salat, membaca Al-Qur’an, atau melakukan amalan berat lainnya sepanjang waktu.

Lantas, adakah amalan ringan yang tetap berpahala besar?

Dikutip dari kanal YouTube Pasa Maulana, Ustadz Hanan Attaki menyampaikan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW tentang dua kalimat sederhana yang memiliki keutamaan luar biasa.

“Ada dua kalimat yang sangat ringan diucapkan dengan lisan, tetapi berat di dalam timbangan kebaikan ketika kita dibangkitkan di padang mahsyar. Saat dihisab antara timbangan kebaikan dan keburukan, dia akan sangat berat, lebih berat daripada Gunung Uhud. Dan Allah sangat suka dengan kalimat ini, ‘Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim,’” ujar Ustadz Hanan Attaki.

Ia kemudian mengajak jemaah untuk merenungkan betapa singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mengucapkan dzikir tersebut.

“Kira-kira berapa detik untuk mengucapkan kalimat ini? Kurang lebih lima detik. Tapi pahalanya besar banget. Allah sangat suka dengan kalimat ini. Maka kalau kita lagi capek di bulan Ramadan, lagi haus, lagi lapar, lagi lemas, lagi ngantuk, ya sudah ucapkan sekali saja. Tidak perlu banyak-banyak, sekali saja pahalanya sudah besar,” lanjutnya.

Menurutnya, jika dzikir itu diucapkan dua kali, lima kali, atau bahkan sepuluh kali, tentu nilainya semakin besar. Namun, satu kali saja sudah termasuk ibadah ringan dengan ganjaran luar biasa.

Selain dzikir, Ustadz Hanan Attaki juga menyinggung amalan lain yang kerap dianggap sepele, tetapi berdampak panjang, yakni menyebarkan kebaikan melalui media sosial.

Ia menjelaskan bahwa memposting ulang (repost), membuat story, atau mengunggah video berisi nasihat dan ilmu yang bermanfaat dapat menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Terlebih jika konten tersebut ditonton banyak orang dan menginspirasi mereka untuk belajar atau berbuat baik.

“Kalau mereka mendapatkan ilmu, mereka dapat pahala mencari ilmu. Dan pahala yang sama juga mengalir kepada kita yang pertama kali mengajak,” jelasnya.

Bahkan, jika orang yang melihat konten tersebut kembali membagikannya kepada teman-temannya, maka pahala dari orang-orang berikutnya pun dapat mengalir kepada kita yang pertama kali menyebarkan kebaikan tersebut.

Dari penjelasan tersebut, ada beberapa poin penting yang bisa menjadi renungan di bulan Ramadan.

Pertama, dengan mengucapkan “Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim,” seorang Muslim sudah beribadah meski dalam kondisi lelah. Kedua, kalimat itu dapat memberatkan timbangan kebaikan di hari kiamat. Ketiga, dzikir tersebut merupakan kalimat yang dicintai Allah SWT.

Sementara itu, menyebarkan kebaikan meski hanya melalui satu unggahan sederhana juga menjadi bentuk dakwah yang berpotensi menghadirkan pahala jariyah.

Dengan demikian, Ramadan tidak harus selalu diisi dengan amalan berat yang menguras tenaga. Amalan ringan, konsisten, dan penuh keikhlasan justru bisa menjadi jalan meraih pahala berlipat ganda. (*)

Tombol Google News

Tags:

uha amalan ringan ramadan bulan Ramadan Ramadan ustadz hanan attaki pahala Ilmu