KETIK, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berhasil menyelenggarakan 100 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di sepanjang tahun 2025. Program tersebut untuk membantu masyarakat Kota Malang mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan dalam GPM telah menyalurkan banyak kebutuhan pokok.
Mulai dari 408 ton beras, 69 ton gula, 33 ton telur ayam ras, 0,5 ton daging ayam. Begitu pula 4,5 ton bawang merah, 7,7 ton bawang putih, 1,75 ton cabai rawit, 1,5 ton cabai merah, dan jiga 127.500 liter minyak goreng.
"GPM terakhir kemarin kami di tanggal 31 Desember 2025. Totalnya sebanyak 100 kali di sepanjang 2025. Kami bekerja sama dengan vendor-vendor seperti Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Perum Bulog, Gabungan Kelompok tani Kota Malang, serta perhimpunan insan perunggasan rakyat Indonesia (PINSAR)," ujarnya, Kamis 8 Januari 2026.
Slamet menjelaskan bahwa GPM yang digelar hingga 100 kali tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Dispangtan juga bertugaa untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, hingga pemanfaatan bahan pangan.
"Ketersediaan, meliputi produksi dan adanya stok. Keterjangkauan, lebih ke harga dan akses untuk memenudahkan," katanya.
Dari program yang telah terlaksana, ia menilai antusiasme masyarakat dinilai cukup besar. Masyarakat juga merasa senang sebab pelaksanaan GPM berada di dekat tempat tinggal dengan harga di bawah harga pasar.
"Kalau tingkat kehadiran masyarakat dipengaruhi juga tentang mereka dapat atau tidaknya informasi jadwal GPM. Juga jadwal yang bersamaan dengan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog di bulan-bulan tertentu," tutupnya. (*)
