KETIK, MALANG – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan pemantauan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Kota Malang. Selama Ramadan 2026 ini para siswa maupun guru dan tenaga kependidikan SMAN 3 Kota Malang mendapatkan MBG kering.
Zulhas menjelaskan bahwa MBG tetap harus didistribusikan kepada masyarakat. Bagi siswa, MBG kering dibagikan saat masih di jam pembelajaran sebagai takjil.
"Makanan kering ya, untuk buka puasa saat Maghrib. Kalau Ibu hamil, menyusui, balita, sama tetap dapat makan. Non-muslim tetap dapat makan," ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tidak ada aturan khusus yang berlaku terhadap pembagian MBG saat Ramadan. Hanya saja ia menekankan makanan yang diberikan kepada siswa dan masyarakat harus tetap memperhatikan gizi yang seimbang.
"Enggak ada aturan khusus, yang penting memenuhi standar gizi. Kan ada ahli gizinya harus karbohidrat, protein, harus ada serat ya," katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Malang, Sasongko, menjelaskan selama ini 1.060 siswa serta 98 guru dan tenaga kependidikan telah mendapatkan MBG kering. Ia menilai para siswa cukup antusias mendapatkan MBG dari pemerintah.
"Ini sudah hari ke-2 kita mendapatkan MBG untuk 1.060 siswa kami dan 98 guru dan tenaga kependidikan. Walaupun bulan puasa, kami mendapatkan dan saya melihat anak-anak cukup antusias, sehingga bisa menjadi bekal mereka nanti pulang, bisa untuk takjil ketika berbuka puasa," jelasnya.
Selama Ramadan, para siswa mendapatkan makanan dengan menu buah-buahan, susu, keju, dan kue. Sasongko menjelaskan, buah yang didapatkan pun berbeda-beda setiap harinya. Selain itu, hingga kini pihak sekolah belum menerima komplain maupun penolakan dari siswa dan wali murid.
"Pendistribusiannya setiap hari, tentatif ya ini 2 hari. Kemarin dibagikan jam 10.00, sekarang juga hampir sama. MBG datang kemudian kita distribusikan kepada anak-anak," tuturnya.
Ia berharap kualitas MBG setiap harinya dapat semakin baik. Pihak sekolah pun rutin berkoordinasi dengan SPPG untuk membicarakan menu makanan.
"SPPG juga komunikasi intensif dengan kami sehingga untuk menu dan sebagainya kita bisa koordinasi lebih baik. Menu apa yang sesuai dengan selera anak dan dari pihak SPPG cukup terbuka kepada kami," tutupnya. (*)
