Keutamaan Memperbanyak Langkah Kaki dan Menunggu Waktu Sholat di Masjid; Berikut Penjelasan Kiai Zuhri Zaini

25 Februari 2026 06:40 25 Feb 2026 06:40

Thumbnail Keutamaan Memperbanyak Langkah Kaki dan Menunggu Waktu Sholat di Masjid; Berikut Penjelasan Kiai Zuhri Zaini

KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Foto; Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menjelaskan besarnya pahala dalam setiap aktivitas menuju ibadah salat berjamaah. Ia menegaskan, setiap langkah kaki menuju masjid hingga waktu menunggu salat dicatat sebagai amal ibadah yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Dalam tausiyahnya saat mengisi pengajian kitab Nashoihud Diniyah di Masjid Jami Nurul Jadid, Selasa, 24 Februari 2026, Kiai Zuhri menerangkan bahwa setiap langkah menuju masjid mendatangkan pahala sekaligus menghapus dosa.

Ia bahkan menyarankan umat Islam untuk memilih jalur yang lebih jauh apabila terdapat dua pilihan jalan menuju masjid, selama tidak mengganggu waktu pelaksanaan salat berjamaah.

“Semakin jauh perjalanan seseorang ke masjid, maka semakin banyak pahala yang didapat,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat mengejar pahala tersebut tetap diiringi kedisiplinan agar tidak terlambat mengikuti salat berjamaah.

Selain perjalanan menuju masjid, waktu yang dihabiskan untuk menunggu datangnya waktu salat juga memiliki keutamaan tersendiri. Menurutnya, seseorang yang duduk berzikir atau beristigfar sembari menanti azan maupun iqamah akan dicatat seperti orang yang sedang melaksanakan salat.

“Orang yang duduk menunggu tibanya salat Jumat, maka menunggunya itu pahalanya sama seperti melaksanakan salat,” tegasnya.

Hal serupa, lanjutnya, berlaku bagi jamaah yang menunggu waktu Isya setelah menunaikan Magrib dengan membaca istigasah atau zikir lainnya. Selama masa penantian tersebut, malaikat turut mendoakan kebaikan bagi orang yang bersangkutan.

Dalam penjelasannya, Kiai Zuhri juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang amalan yang dapat menghapus dosa dan meninggikan derajat, yakni menyempurnakan wudu dalam kondisi sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, serta menunggu salat setelah menunaikan salat sebelumnya.

Meski amalan-amalan tersebut memiliki keutamaan besar, ia menegaskan bahwa hukumnya sunnah. Jika seseorang memiliki kewajiban lain yang harus segera ditunaikan di rumah atau di tempat lain, maka mendahulukan kewajiban tersebut lebih diutamakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai bekal kehidupan akhirat. Menurutnya, kesuksesan dunia tanpa disertai pelaksanaan salat tidak akan membawa nilai di akhirat.

Tombol Google News

Tags:

Kiai Zuhri Zaini Menunggu Sholat Pahala Utama