KETIK, MALANG – Memasuki pekan pertama bulan Ramadan, suasana di kawasan wisata Kampung Heritage Kayutangan, Kota Malang, tampak berbeda dari biasanya. Destinasi yang dikenal dengan lorong-lorong bersejarah dan bangunan kuno yang telah berdiri sejak zaman kolonial itu terlihat lebih lengang. Jumlah pengunjung pun turun signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi ini terlihat dari minimnya aktivitas wisatawan yang berjalan menyusuri gang, berfoto, maupun mengunjungi rumah-rumah bergaya heritage yang umumnya ramai, terutama pada sore hingga malam.
Mila Kurniawati, Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan Malang, mengungkapkan bahwa pada sepekan pertama bulan Ramadan pengunjung hanya mencapai 1.300 orang. Hal tersebut diketahui dari penjualan tiket. Ia juga mengatakan bahwa setiap bulan Ramadan memang terlihat sepi tak banyak orang yang datang.
"Seminggu tiket terjual 1.300," ungkap Mila Kurniawati.
Biasanya, pengunjung di Kampung Heritage Kayutangan Malang dalam sehari bisa mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, dalam sepekan awal bulan Ramadan 2026 ini, jumlah pengunjung hanya 1.300 orang.
Mila juga mengatakan bahwa musim hujan juga memengaruhi banyaknya pengunjung yang datang. Dalam satu minggu terakhir ini memang Kota Malang sedang diguyur hujan deras.
"Kampung Heritage Kayutangan sepi, seperti pada puasa sebelum-sebelumnya, terus cuaca juga hujan terus," tuturnya. (*)
