KETIK, MALANG – Sebanyak 23 titik pasar takjil di Kota Malang bakal diawasi secara ketat. Pasalnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bakal melakukan uji sampling terhadap makanan yang dijual di pasar takjil.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan uji sampling terhadap makanan di pasar takjil menjadi upaya dalam menjaga keamanan pangan masyarakat. Jadwal pengambilan sample makanan pun telah disusun dan mulai dilakukan pada 23-27 Februari 2026.
"Kami sudah ada jadwal pengambilan sampel makanan takjil Ramadan 1447 H/2026 M. Pengujian dilakukan langsung di lokasi dengan uji sampling cepat," ujar Husnul, Selasa, 24 Februari 2026.
Pengambilan sampling makanan di pasar takjil dilakukan bersama Puskesmas, pihak kelurahan dan juga Bhabinkamtibmas masing-masing wilayah. Tak hanya itu, Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang dinilai memenuhi persyaratan akan mendapatkan label higiene sanitasi pangan dari Dinkes Kota Malang.
"Untuk pengujian, kami langsung lakukan di lokasi menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Hasilnya bisa ditunggu sekitar 5 sampai 10 menit," kata Husnul.
Husnul menjelaskan bahwa pengujian makanan salah satunya difokuskan pada bahan tambahan pangan. Seperti pemanis dan pewarna buatan, bahan pengeras, hingga bahan pengawet dari berbagai jenis makanan dan minuman yang dijajakan di pasar takjil.
"Setelah hasil uji keluar, petugas akan langsung menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pedagang, sekaligus memberikan informasi terkait potensi bahaya bahan tambahan pangan yang tidak sesuai ketentuan. Pedagang juga dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan bahan yang berisiko bagi kesehatan," tuturnya.
Total 23 titik pasar takjil tersebut tersebar di berbagai kelurahan. Mulai dari wilayah Kendalkerep yang berada di Jalan Werkudoro Kelurahan Polehan, Lapangan Rampal, Kelurahan Jodipan tepatnya di perempata Cukam sisi timur, dan depan SD Kesatrian IV.
Sedangkan di wilayah Kedungkandang dilakukan di Jalan H Ali Nasrudin atau Rolak. Untuk wilayah Arjowinangun, uji sample makanan berada di Jalan Lembayung Bumiayu. Juga di Jalan Soekarno Hatta tepatnya Taman Krida Budaya Jatim, sekaligus Jalan Cakalang, Polowijen.
"Untuk wilayah Cisadea, pengambilan sampel dilakukan di Pujasera Sulfat. Wilayah Arjuno mencakup empat titik, yakni Jalan Kawi Kauman RW 10, seberang SD Taman Harapan (bekas Warung Pak Untung), Jalan Welirang, dan Jalan Surabaya," lanjutnya.
Uji sampel makanan yang ada di Dinoyo dan Bareng dilakukan untuk pasar takjil di Jalan Surabaya. Sedangkan pengawasan makanan di wilayah Janti dilakukan di Jalan Poros RW 04 Tanjungrejo, Jalan S Supriadi tepatnya depan Pasar Sukun, dan Jalan Klayatan II Bandungrejosari.
Selain itu terdapat 4 titik pengawasan di Mulyorejo, yakni di pasar takjil Jalan Raya Candi III dan V Karangbesuki, Jalang Terusan Dieng UNMER, Terminal Mulyorejo, area Masjid Sirothol Mustaqim Bandulan, dan Jalan Teluk Etna Pandanwangi. (*)
