KETIK, MALANG – Proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang diharapkan dapat menjawab kebutuhan berbagai lapisan masyarakat. Ke depan, kawasan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari ruang laktasi yang memadai hingga skatepark.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek estetika. Ruang laktasi akan menjadi bagian dari peningkatan fasilitas toilet agar lebih inklusif.
Sebelum direvitalisasi, Alun-Alun Merdeka Kota Malang telah memiliki dua toilet. Setelah revitalisasi, tidak ada penambahan jumlah toilet, namun fasilitasnya akan dilengkapi untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung.
"Kondisi sekarang toilet diperbesar dan ditambah untuk ruang laktasi. Kebanyakan yang ke Alun-Alun Merdeka kan ibu-ibu, agak bingung mencari tempat. Makanya ditambah ruang laktasi," ujar Raymond, Kamis, 8 Januari 2026.
Selain toilet, DLH Kota Malang juga menjawab kebutuhan komunitas anak muda. Fasilitas skatepark akan dilakukan perbaikan agar lebih mewadahi hobi para penggiat skateboard.
"Kalau skate tetap, cuma memang ada perbaikan. Jadi kemarin ada usulan dari penggiat skateboard, tetapi kondisi perencanaan kita cuma memperbaiki yang rusak saja," tuturnya.
Saat ini progres revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang telah mencapai 50 persen. Warga Kota Malang pun dapat segera menikmati fasilitas, salah satunya playground yang kini telah terpasang.
"Sampai hari ini sudah di atas 50 persen karena untuk playground sudah terpasang. Alat air mancurnya kan diganti total itu," katanya.
Ditargetkan revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang dapat segera rampung hingga akhir Januari 2026. Mengingat banyak masyarakat yang menantikan wajah baru fasilitas umum di Kota Malang itu.
"Harapannya nanti akhir Januari ini sudah selesai. Pengunjung paling banyak itu di hari Sabtu dan Minggu. Kurang lebih sekitar 2.000 pengunjungnya. Tetapi kalau di hari-hari biasa, gak sampai 500 orang," tutupnya. (*)
