KETIK, PALEMBANG – Seorang driver ojek online (ojol) muda bernama M Wahidul Kahar (19) menjadi korban pengeroyokan sekaligus pencurian kendaraan bermotor, Senin malam, 12 Januari 2026.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, tepatnya di depan Markas Kodim 0418/Palembang.
Akibat kejadian tersebut, Wahid, warga Komplek RSS-B, Kecamatan Sako, mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh. Tak hanya itu, sepeda motor yang baru tiga bulan ia kredit untuk bekerja juga dibawa kabur oleh para pelaku.
Kronologi berawal dari Cekcok Mulut
Kejadian bermula sekitar pukul 22.30 WIB saat Wahid tengah menjalankan tugas mengantar pesanan minuman pelanggan di kawasan Jalan Prajurit Kemas Ali.
Saat melintas, korban diteriaki oleh sekelompok remaja yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Mereka menuding Wahid menunjukkan raut wajah menantang dan sombong.
"Mereka manggil sambil menunjuk jalan. Terus mereka bilang 'oi sengak nian rai kau ni' (wajahmu sombong sekali). Saya jawab kalau saya tidak sombong, lalu saya lanjut jalan," ujar Wahid saat memberikan keterangan, Selasa, 13 Januari 2026.
Korban pengeroyokan dan pencurian motor, Wahidun Kahar saat menunjukkan tempat kejadian di depan Kodim 0418/Palembang, Selasa 13 Januari 2025. (Foto : Yola/Ketik.com)
Rupanya, para pelaku tidak terima dengan jawaban korban. Setelah korban selesai mengantar pesanan, ia diikuti oleh lima orang pelaku yang menggunakan sepeda motor.
Aksi pengejaran terjadi dari Jalan Urip Sumoharjo hingga akhirnya korban berhasil dicegat di kawasan Jalan Residen Abdul Rozak.
Korban Dikeroyok, Motor dan STNK Raib
Di lokasi tersebut, para pelaku bertindak beringas. Wahid ditarik paksa hingga terjatuh dari sepeda motornya.
Tanpa sempat membela diri, ia langsung dikeroyok oleh empat orang pelaku menggunakan tangan kosong, sementara satu orang lainnya diduga merekam aksi tersebut menggunakan ponsel.
"Saya dipukuli di bagian kepala, punggung, dan leher. Teman yang saat itu sedang bersama saya tidak berani membantu karena takut," kata Wahid.
Ia menambahkan bahwa para pelaku diperkirakan masih berusia remaja atau setingkat SMA.
Kekerasan baru terhenti setelah seorang pengendara lain yang melintas di lokasi berusaha melerai.
Namun, saat situasi mulai mereda, Wahid menyadari sepeda motornya telah hilang dari lokasi kejadian.
Ironisnya, STNK motor tersebut tersimpan di dalam jok, sehingga pelaku dapat dengan mudah membawa kabur kendaraan yang masih dalam status kredit tersebut.
Pasca-kejadian, korban langsung mendatangi Polsek Ilir Timur II untuk membuat laporan kepolisian.
Wahid sangat berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, terutama karena identitas motor dan STNK kini berada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
"Motor itu baru tiga bulan saya kredit untuk cari nafkah. Saya berharap polisi bisa menangkap pelakunya dan motor saya bisa kembali," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas para pelaku pengeroyokan dan pencurian tersebut. (*)
