KETIK, BLITAR – Dini hari di kawasan Pasar Wage, Jalan Mastrip, Kota Blitar, tak seperti biasanya. Di tengah udara yang masih dingin dan aroma kopi dari Warkop Ojol Kamtibmas, puluhan pengemudi ojek online (ojol) duduk bersisian dengan jajaran kepolisian.
Mereka menyambut sahur dengan satu meja, satu doa, dan satu semangat kebersamaan.
Momentum itu digelar oleh Polres Blitar Kota pada Sabtu, 21 Februari 2026 dini hari. Hadir langsung Kapolres Blitar Kota Kalfaris Triwijaya Lalo bersama Wakapolres Kompol Subiyantana dan pejabat utama lainnya.
Bagi para driver ojol, sahur kali ini terasa berbeda. Bukan hanya karena menu hangat yang tersaji, tetapi juga karena kehadiran aparat yang biasanya mereka temui di jalan dalam konteks pengamanan atau penegakan aturan.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya komunitas ojol yang memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga.
“Bulan Ramadhan adalah momentum memperkuat silaturahmi. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan semata-mata soal penegakan hukum, tetapi juga tentang kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Kalfaris di sela kegiatan.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan Ramadhan. Mereka tetap aktif mengantar makanan saat sahur, membantu kebutuhan warga saat berbuka, hingga menjaga ritme aktivitas kota tetap berjalan.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin. Keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dibangun oleh kepolisian, tetapi perlu kolaborasi semua pihak, termasuk rekan-rekan ojol,” tambahnya.
Suasana sahur berlangsung hangat dan penuh canda. Tak ada sekat antara seragam cokelat dan jaket hijau. Obrolan ringan tentang kondisi lapangan, arus lalu lintas, hingga harapan ke depan mengalir natural, membaur bersama kepulan uap nasi dan lauk sederhana yang tersaji.
Salah satu perwakilan komunitas ojol Kota Blitar menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut.
“Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Semoga komunikasi seperti ini terus berlanjut, supaya jika ada persoalan di lapangan bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Kegiatan sahur bersama ini menjadi simbol bahwa keamanan bukan hanya soal patroli dan razia, tetapi juga soal membangun rasa saling percaya. Di bulan yang penuh berkah, Polres Blitar Kota menegaskan komitmennya untuk hadir lebih dekat, lebih humanis, dan lebih peduli.
Harapannya, semangat kebersamaan yang terbangun di meja sahur itu tak berhenti ketika adzan Subuh berkumandang. Melainkan terus hidup, menjaga Kota Blitar tetap aman, hangat, dan guyub tak hanya di Ramadhan, tetapi di hari-hari berikutnya.(*)
