KETIK, LUMAJANG – Wakil Ketua DPRD Lumajang Solikin SH memandang pentingnya peluang kerja untuk penghuni relokasi warga di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Lumajang.
Kawasan yang dikenal dengan Hunian Tetap (Huntap) Bumi Semeru Damai (BSD, seharusnya dihuni oleh lebih dari 1.800 penyintas Semeru yang merupakan korban Erupsi Semeru 2021 lalu.
Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya, lebih dari seribu rumah dikawasan tersebut ditinggalkan oleh penghuninya, dan mereka memilih kembali ke kampungnya semula yang berada di zona merah Semeru.
"Kalau yang kami dengar, salah satu masalahnya adalah pekerjaan. Bukan mereka tidak mau untuk berada di kawasan relokasi itu, tapi pekerjaan yang sulit mereka dapatkan disana. Ini masalahnya," kata Solikin SH.
Oleh karena itu kedepan menurut Solikin, perlu dicarikan terobosan peluang kerja. Bentuknya bisa pelatihan yang paling ideal untuk dikembangkan.
"Memang mereka butuh pekerjaan. Makanya mungkin perlu pelatihan yang sangat mungkin untuk berkembang. Kalau pelatihannya sulit dikembangkan sebaiknya jangan. Nantinya bisa buat produk, tapi tidak menjual, percuma saja," kata politis PDI Perjuangan Lumajang ini.
Dikatakan, selama mereka belum bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa membuat mereka bertahan hidup, mungkin akan sulit untuk kembali ke Huntap.
"Ini memang masalah yang harus kita pikirkan bersama, agar Huntap yang menggunakan dana cukup besar itu bisa benar-benar ditempati oleh mereka yang sudah mendapat jatah rumah itu," tegas Solikin SH. (*)
