KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan bahwa kawasan Pelabuhan Jangkar ditargetkan menjadi pusat ekonomi baru di wilayah Kabupaten Situbondo.
Hal itu disampaikan Mas Rio, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan pemudik gratis yang dilaksanakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Farawansa yang berlangsung di Pelabuhan Jangkar Situbondo, Minggu, 15 Maret 2026.
Mas Rio menjelaskan bahwa, pemerintah daerah akan berkomitmen memperbaiki infrastruktur kawasan Jangkar dalam lima tahun ke depan agar lebih tertata dan menarik bagi masyarakat.
"Cita-cita sebelum selesai menjadi bupati, maka kawasan Jangkar sudah tertata dengan rapi dan terbangun taman laut atau siring laut di daerah sekitar Pelabuhan Jangkar. Ini dilakukan agar masyarakat bisa menikmati keindahan Pelabuhan Jangkar," katanya di hadapan Gubernur Jawa Timur.
Lebih lanjut Mas Rio menjelaskan bahwa kawasan Jangkar memiliki potensi ekonomi besar karena menjadi pintu perlintasan ribuan penumpang menuju Kepulauan Madura setiap musim mudik dan libur nasional.
“Berdasarkan data saat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT ASDP Indonesia Ferry, jumlah penumpang kapal feri dari Pelabuhan Jangkar Situbondo yang menuju ke Raas dan Sapudi Kepulaan Madura, Jawa Timur tersebut mencapai sekitar 30.000 orang pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran,” jelas Mas Rio.
Apabila ada 30 ribu orang itu tinggal sementara di sekitar Pelabuhan Jangkar Situbondo, sambung Mas Rio, tentu harus ada hotel yang memadai, pasar yang memadai, dan tempat untuk bersantai seperti alun-alun atau siring laut.
“Penumpang yang berasal dari wilayah kepulauan Madura itu, bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar Pelabuhan Jangkar Situbondo,” tuturnya. (*)
