KETIK, TULUNGAGUNG – Puluhan massa yang tergabung dalam persatuan perangkat desa melakukan aksi damai dengan mendatangi kantor Bank Jawa Timur Cabang setempat pada Kamis, 12 Maret 2026 siang.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam terkait molornya pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) yang sudah tertunda selama Tiga bulan terakhir.
Para abdi masyarakat ini menuntut transparansi dari pihak perbankan dan pemerintah daerah terkait alur birokrasi yang dinilai berbelit-belit. Kronologi dan Aspirasi Massa mulai menduduki lokasi Bank Jatim sejak pukul 10.00 WIB. Keterlambatan ini sangat memukul kondisi ekonomi para perangkat desa yang bergantung sepenuhnya pada gaji tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami hanya meminta hak kami. Siltap ini adalah nafas dapur kami. Kalau terus-menerus molor tanpa alasan yang jelas, ini ada apa? Kami butuh transparansi, bukan janji," ujar salah satu perangkat yang tidak mau disebut namanya.
Ada tiga poin utama yang disampaikan oleh para perangkat desa dalam aksi "geruduk" tersebut:
1.Transparansi Sistem Mempertanyakan apakah kendala berada pada sistem transfer bank atau pada proses administrasi di tingkat pemerintah daerah.
2. Kepastian Tanggal Menuntut adanya regulasi atau komitmen tertulis mengenai tanggal pencairan tetap setiap bulannya.
3. Evaluasi Kinerja Meminta pihak bank memperbaiki layanan digital agar monitoring dana desa bisa diakses secara real-time oleh bendahara desa.
Tanggapan Pihak Bank Pihak manajemen Bank Daerah akhirnya menerima perwakilan massa untuk melakukan audiensi tertutup. Menurut Abdul Fatah selaku Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung dalam keterangannya usai pertemuan mengatakan bahwa, pimpinan cabang bank menyatakan bahwa secara teknis pihaknya siap menyalurkan dana segera setelah Surat Perintah Pencairan Dana dari pemerintah daerah diterima.
"Dari hasil pertemuan kami dan pihak management Bank Jatim menegaskan bahwa posisi bank adalah sebagai penyalur. Jika instruksi dan dananya sudah masuk ke sistem, pihak Bank berkomitmen untuk mempercepat proses sinkronisasi data," ungkap Fatah di depan anggota perangkat.
Hasil dari koordinasi ;
1. Yang semula mau di transfer tanggal 25 maka akan di selesaikan transfer pada hari ahad 15 maret 2026.
2. Pihak bank daerah tulungagung akan mendampingi proses pencairan siltap perangkat desa dan kepala desa semaksimal mungkin bahkan di hari kamis yang merupakan hari libur seluruh kas akan tetap buka pelayanan.
3. Komunikasi PPDI tetap dalam jalur pemerintahan yaitu bapak bupati , dpmd dan juga OPD terkait. Yang mengedepankan azaz musyawarah mufakat.
Hingga berita ini diturunkan, massa mulai membubarkan diri dengan tertib setelah mendapat jaminan bahwa Siltap akan dicairkan paling lambat akhir pekan ini. Namun, mereka mengancam akan kembali membawa massa yang lebih besar jika komitmen tersebut tidak segera terealisasi. (*)
