KETIK, LUMAJANG – Sebuah kegiatan bertajuk Spirit Ramadan digelar secara bersama-sama antara HKTI, TNI, pengusaha muda dan Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang, pada hari Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatannya berupa penanaman sejumlah pohon seperti Matoa, Kelengkeng, Rambutan, Alpukat, Tabebuya dan Bibit Pullen di lingkungan Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua HKTI Lumajang, Muhammad Jamaludin, Kasdim 0821 Lumajang Mayor (inf) Tanuri, KH. Sulahak Syarif dari Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin dan sejumlah undangan lain, termasuk kalangan usaha.
"Kegiatan ini menyatukan visi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kodim 0821, pengusaha muda, dan ulama dalam misi menjaga ekologi, memperkuat ketahanan pangan dan kepedulian sosial," kata Ketua HKTI Lumajang, Muhammad Jamaludin.
Masih kata Muhammad Jamaludin. momen Spirit Ramadan ini diharapkan menjadi ikatan emosional yang kuat dengan Pondok Pesantren Kyai Syarfuddin, karena Muhammad Jamaludin juga merupakan alumni dari Pesantren Kyai Syarifuddin.
Melalui moment ini juga Jamal sengaja kembali ke almamaternya dengan membawa pesan bahwa santri memiliki tempat strategis di sektor pertanian dan pangan nasional.
"Sebagai alumni, saya ingin membuktikan bahwa pesantren adalah inkubator pemimpin di segala bidang. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin santri memiliki wawasan pertanian praktis yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa pasca-lulus nanti," usai Jamal, panggila akrabnya.
Sementara itu Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Tanuri menyebut langka ini sebagai langkah pertahanan dibidang lingkungan.
"TNI memandang penghijauan sebagai bagian dari pertahanan non-militer. Pohon yang kita tanam hari ini adalah penyedia oksigen dan pelindung sumber air bagi anak cucu kita. Sinergi antara TNI, HKTI, dan Pesantren adalah potret kekuatan bangsa dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan stabilitas sosial, khususnya di wilayah Lumajang," kata Kasdim Lumajang Mayor (Inf) Tanuri.
Puncak acara ini ada refleksi spiritual yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Lumajang, Dr. KH. Muhammad Darwis, M. Pd.I.
"Ramadhan adalah momentum menata niat. Menanam pohon bukan sekedar urusan duniawi, melainkan sedekah jariyah. Pesantren hari ini tidak hanya melahirkan ilmuwan agama, tetapi juga harus mampu melahirkan petani-petani hebat. Ketua HKTI adalah bukti hidup bahwa santri mampu mewarnai kedaulatan pangan bangsa," kata Gus Darwis.
Masih menjdi rangkaian Spirit Ramadan ini juga diberikan santunan kepada Puluhan Anak Yatim sebagai bentuk manifestasi kasih sayang di bulan suci Ramadan.
Rangkaian acara ini kegiatan ditutup dengan doa bersama dan Buka Puasa Bersama yang dihadiri ratusan santriwan dan santriwati.
