KETIK, LUMAJANG – Walau dusunnya menjadi langganan banjir karena merupakan zoba merah banjir dari Gunung Semeru, baru sebagian saja warga Dusun Sumberlangsep Desa Jogosari Kecamatan Candipuro yang bersedia di relokasi ke tempat yang lebih aman.
Kades Jugosari Mahmudi kepada media ini mengatakan, jumlah warga yang berada di zona merah sebanyak 137 Kepala Keluarga (KK).
"Kalau jumlah yang mau direlokasi masih kita data, jadi berapa yang bersedia belum bisa pastikan karena pendataan masih berlangsung. Jadi ada yang mau ada juga yang tidak. yang menolak kemungkinan akan tetap bertahan di Dusun Sumberlangsep, walaupun berpotensi terulang banjir serupa dikemudian hari," kata Mahmudi, melalui sambungan ponselnya hari ini, Jumat, 6 Maret 2026.
Kendati demikian, Mahmudi sangat berharap pada akhirnya semua warga akan bersedia untuk pindah ke tempat relokasi yang baru.
"Harapan kita semuanya mau, tapi kalau tidak bersedia kita siapkan surat pernyataan dengan segala resiko yang ada. Mau bagaimana lagi. Kita sudah datang kesana dengan Ibu Bupati, dan sebagian tetap merasa nyaman berada di kawasan yang sangat berbahaya itu," kata Mahmudi.
Untuk tempat relokasi, pemerintahan desa Jugosari menyiapkan lahan satu hektar yang diambilkan dari tanah kas desa.
"Ada satu hektar yang kita siapkan, karena di desa kami tidak ada lahan yang merupakan tanah negara yang bisa digunakan. Kalaupun ada milik Perhutani, sudah ada tanamannya semua dan sudah dikerjasamakan dengan warga. Jadi untuk mempercepat proses kita pakai tanah kas desa saja," kata Mahmudi kemudian.
Masih soal Dusun Sumberlangsep, kata Mahmudi, jika warga tidak mau pindah dari kawasan zona merah tersebut, kemungkinan Pemerintah Kabupaten tidak akan membangun infrastruktur menuju kawasan itu.
"Karena ya percuma, nanti kita bangun jembatan, baru selesai dibangun lalu banjir lagi, kan habis lagi karena diterjang banjir. Nggak mungkin bertahan lama, karena memang kawasan itu lebih rendah dari alisan DAS Semeru," tegasnya.
