KETIK, LUMAJANG – Terkait informasi dari Desa Jugosari Kecamatan Candipuro bahwa ada kemungkinan warga Sumberlangsep yang menolak direlokasi, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati menyebut, sebenarnya tidak ada pilihan lain bagi warga setempat kecuali relokasi.
Kepada media ini, Bunda Indah, panggilan akrabnya, berharap jangan ada satupun warga Sumberlangsep yang menolak untuk direlokasi. Karena banjir dari Gunung Semeru bisa datang sewaktu-waktu dan hal itu rawan bagi warga yang tetap bertahan tinggal di Dusun Sumberlangsep.
"Saya sangat menyesalkan jika masih ada warga yang menolak. Karena sebenarnya tidak ada pilihan lain kecuali pindah ke tempat relokasi, mengingat kawasan itu memang merupakan zona merah dan rawan bencana banjir dengan material dari Gunung Semeru," kata Bunda Indah, malam ini, Jumat, 6 Maret 2026.
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Kades Jugosari Mahmudi masih melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya warga yang menolak pindah dari Sumberlangsep ke tempat relokasi yang baru.
Bunda Indah berharap semua warga yang ada di Sumberlangsep bersedia untuk pindah ke lokasi yang baru, dan jika tetap menolak, maka pihak Pemkab Lumajang akan meminta pernyataan tertulis, agar jika terjadi bencana dikemudian hari, Pemkab Lumajang tidak disalahkan.
"Oleh karena itu nanti agar setiap KK membuat pernyataan di atas meterai mana yang mau direlokasi dan mana yang tidak. Sebagai dasar pemerintah Kabupaten Lumajang agar dikemudian hari tidak dipersalahkan," tegas Bunda Indah.
Terkait dengan infrastruktur Bunda Indah mengatakan, Pemkab Lumajang bisa salah jika menggunakan anggaran Pemkab untuk membangun infrastruktur di kawasan Zona Merah.
"Kalau menggunakan dana diluar dana APBD ya monggo saja, tapi kalau dana APBD kita bisa disalahkan, karena merupakan zona merah," kata Bunda.
