KETIK, LUMAJANG – Jika sebelumnya air di Ranu Pakis Klakah Lumajang sempat surut cukup jauh dari permukaan, selama dua hari terakhir ini permukaan air terus naik bahkan sampai meluber ke tepi jalan.
Menurut warga setempat kondisi seperti ini cukup jarang terjadi. Biasanya kalaupun permukaan air naik, paling tinggi sampai 25 centi meter dibawah permukaan danau.
"Jarang terjadi seperti ini, biasanya masih 25 sampai 30 centimeter dari permukaan. Itu jika hujan terjadi terus menerus. Sekarang ini memang cukup bagus sumbernya sehingga sampai meluap ke jalan," kata warga Ranu Pakis, hari ini Selasa, 3 Maret 2026.
Masih kata warga, sekitar lima tahun yang lalu pernah terjadi air sampai ke permukaan jalan yang paling rendah disisi selatan, namun tidak sampai mengalir, hanya setara permukaan saja.
Kondisi ini mengharuskan pihak Pengairan wilayah Klakah membuka sebagian penutup DAM agar air tak semakin meluber ke tepi jalan, karena pada sisi selatan cukup banyak anak sekolah dan warga yang berjualan.
"Tadi sudah dibuka penutup Dam-nya karena jika tidak mungkin akan semakin besar yang meluber ke jalan," kata warga sekitar Ranu Pakis.
Kendati demikian, luberan air ini tidak berbahaya bagi warga karena disamping tidak terlalu berar, air yang meluber ke jalan tetap mengalir ke sungai melalui tepian DAM yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
Kondisi ini dimanfaatkan warga setempat untuk cuci motor bahkan pada jam pulang sekolah, sejumlah siswa terutama anak-anak menyempatkan diri bermain pada luberan air di jalan sisi selatan Ranu Pakis.
Untuk sekedar diketahui, luberan air hanya pada sisi selatan dan tidak sampai ke aspal jalan, namun hanya pada bagian tepian danau yang yang cukup rendah, yang biasanya digunakan para siswa ke sekolah MI yang letaknya ada diatas danau.
"Aman, karena hanya dipojokan disini saja, kalau ke jalan aspal tidak naik, karena permukaan aspalnya cukup tinggi dari sini," kata pemilik warung yang berada pada sisi selatan Ranu Pakis.
