KETIK, SURABAYA – Masjid Al Akbar, Surabaya mulai dipadati pilihan ribu jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka hadir tepat pada malam ganjil bulan Ramadan, yaitu malam ke-21 atau pada Rabu 11 Maret 2026.
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor menjelaskan, kurang lebih sekitar 10 ribu jemaah hadir dalam salat Qiyamul Lail pada malam hari ini. Dimana para jemaah sudah menunggu sejak malam.
"Jika melihat jumlah shaf, ini masih pada angka 10 ribuan, karena satu shaf di garis tengah itu 100," katanya ketika ditemui awak media, termasuk Ketik.com.
Lanjutnya, para jemaah yang ikut melaksanakan salat Qiyamul Lail ini rata, baik itu jemaah laki-laki maupun perempuan. Hal ini diketahui, setelah Helmy berkeliling di Masjid Al Akbar.
"Saya lihat di hari pertama cukup padat. Tadi saya sudah keliling, jemaah perempuan maupun laki-laki yang ikut salat," jelasnya.
Ia menambahkan, salat Qiyamul Lail ini dipimpin oleh Imam Haji Abdul Hamid Abdullah. Dimana sebelum memimpin ibadah salat, terlebih dahulu memberikan tausiyah kepada para jemaah.
"Isi (tausiyah) mengenai bagaimana keseriusan kita untuk memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadan untuk beribadah. Termasuk bagaimana manfaat tahajud, manfaat salat subuh. Tadi imam memberikan satu pengajaran bagaimana tentang teknis dan sebagainya," terangnya
Ajak zikir
Imam Masjid Al Akbar, Surabaya, Haji Abdul Hamid Abdullah sebelum memimpin salat Qiyamul Lail mengajak jemaah untuk berzikir terlebih dahulu. Menurut Helmy, zikir menjadi perenungan.
"Untuk mengendapkan pikiran orang, menenangkan. Sehingga ketika salat malam betul-betul sudah nikmat. Karena sudah tidak ada beban apa-apa, hanya satu fokus ibadah kepada Allah SWT," lanjutnya.
Masjid Al Akbar, Surabaya, kata Helmy melakukan empat kegiatan di salat Qiyamul Lail, pertama musahabah, zikir, salat tahajud empat rakaat dua salam, salat tasbih empat rakaat dua salam, diakhiri salat hajat dua rakaat.
"Durasinya mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Harapannya setelah salat, jemaah masih ada waktu untuk sahur," tuturnya.
Lampu Padam
Masjid Al Akbar, Surabaya ketika melaksanakan salat Qiyamul Lail memadamkan lampu. Helmy menjelaskan hal ini untuk meningkatkan kekhusyukan ibadah para jemaah.
"Karena kalau lampu redup terasa nyaman, tenang suasananya. Sehingga ketika beribadah jadi adem. Faktornya lebih kepada nyaman untuk beribadah," pungkasnya. (*)
