KETIK, JAKARTA – Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada masa ini, setiap Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk kesungguhan dalam meraih keberkahan Ramadan.
Selain menjadi penutup bulan suci, sepuluh malam terakhir juga menjadi waktu yang paling diharapkan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Hal ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rosyad dalam kajian yang diunggah melalui channel YouTube Al Bahjah TV pada 5 Maret 2026. Dalam kajian tersebut, ia mengingatkan umat Islam agar tidak justru melemah ketika Ramadan hampir berakhir. Sebaliknya, sepuluh hari terakhir harus dimanfaatkan dengan lebih giat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Menurut Ustadz Muhammad Rosyad, Rasulullah Saw. memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Kalau sudah sepuluh terakhir bulan Ramadan, Nabi Muhammad Saw. lebih giat lagi dalam beribadah,” ujarnya.
Hal ini juga sesuai dengan hadis Rasulullah Saw, “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ia juga menegaskan bahwa Rasulullah Saw. tidak hanya memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga membangunkan keluarganya agar ikut menghidupkan malam-malam tersebut.
“Nabi Muhammad Saw menghidupkan malamnya dengan ibadah dan membangunkan keluarganya agar ikut beribadah,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa semangat ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan juga dapat menjadi sarana mengajak keluarga untuk bersama-sama meraih keberkahan.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i’tikaf di masjid. Dengan i’tikaf, seorang Muslim dapat lebih fokus beribadah dan mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa. Amalan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk meraih malam Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan” (HR. Bukhari).
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak shalat malam seperti tahajud, shalat hajat, dan witir. Waktu sepertiga malam terakhir menjelang sahur menjadi waktu yang sangat baik untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah Swt.
“Mari kita isi sepuluh terakhir Ramadan ini dengan shalat malam, doa, dan memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar,” ajaknya.
Dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan, seorang Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar serta mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Oleh karena itu, momentum ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah sebelum Ramadan berakhir.(*)
