KETIK, PACITAN – Kawasan Pasar Geneng di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan kini mencuri perhatian sebagai salah satu tempat nongkrong yang digandrungi anak muda.
Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 400 hingga 500 meter di atas permukaan laut membuat tempat ini menawarkan panorama alam perbukitan yang luas dan menenangkan.
Selain menyajikan pemandangan alam yang memanjakan mata, Pasar Geneng juga cukup mudah dijangkau.
Dari pusat kota Pacitan, kawasan ini dapat ditempuh sekitar 20 menit perjalanan dengan akses jalan yang relatif baik.
Salah satu spot yang membuat kawasan ini semakin populer adalah keberadaan angkringan sederhana bernama Warung Omben.
Warung tersebut menyediakan area duduk di teras kayu yang menghadap langsung ke arah perbukitan, menciptakan suasana santai bagi para pengunjung.
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati aneka jajanan dan minuman dengan harga ramah di kantong, sambil memandang hamparan lanskap alam yang luas.
Dari area duduk tersebut, bentangan lembah dan perbukitan hijau terlihat jelas menghampar jauh ke depan, menghadirkan panorama alam khas Pacitan yang menenangkan.
Pengunjung bersantai di teras kayu Warung Omben sambil menikmati panorama perbukitan dan suasana senja di kawasan Pasar Geneng, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.
Momen yang paling dinanti biasanya datang saat menjelang senja.
Pada waktu tersebut, langit perlahan berubah warna dan matahari mulai tenggelam di balik perbukitan, menciptakan pemandangan yang kerap menjadi incaran para pengunjung untuk mengabadikan foto.
Suasana di kawasan ini semakin terasa hangat dengan keberadaan lampu-lampu gantung yang dipasang di bawah pepohonan.
Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.
Tak heran jika Pasar Geneng kerap menjadi pilihan muda-mudi untuk berkumpul, berbincang santai, sekaligus berburu spot foto dengan latar pemandangan alam Pacitan yang memukau.
Salah seorang pengunjung, Febriani Dwi Handayani, mengaku tertarik datang ke Pasar Geneng karena suasananya yang sejuk serta pemandangan alamnya yang indah.
“Tempatnya nyaman dan pemandangannya bagus sekali. Apalagi kalau sore hari, bisa melihat matahari terbenam sambil nongkrong bareng teman,” kata Febriani kepada Ketik.com, Senin, 9 Maret 2026.
Seorang pengunjung berpose di teras kayu kawasan Pasar Geneng, dengan latar panorama perbukitan hijau yang membentang luas saat pagi hari.
Sementara itu, Kepala Desa Klesem, Muhamad Mangsuri, menjelaskan bahwa kawasan Pasar Geneng pada awalnya hanyalah sebuah pasar biasa.
Namun seiring waktu, masyarakat mulai memanfaatkan potensi kawasan tersebut hingga berkembang menjadi tempat berkumpul seperti sekarang.
Menurutnya, panorama alam menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan ini semakin dikenal oleh pengunjung.
“Alhamdulillah, sekarang banyak masyarakat luar desa yang datang dan melarisi warung-warung masyarakat di sini,” ujar Muhamad Mangsuri.
Pemerintah desa setempat juga terus berupaya menata kawasan Pasar Geneng agar tetap nyaman dan aman bagi para pengunjung.
Penataan tersebut diharapkan dapat mendorong kawasan ini berkembang sebagai destinasi wisata lokal.
Mangsuri berharap Pasar Geneng dapat menjadi salah satu potensi wisata desa yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat.
“Harapannya melalui Pasar Geneng ini potensi desa bisa semakin terangkat dan kesejahteraan masyarakat juga bertambah,” katanya menutup.(*)
