KETIK, JAKARTA – Menjelang Lebaran, kue kaleng menjadi salah satu camilan yang hampir selalu hadir di meja tamu. Selain praktis dan tahan lama, kue ini juga mudah disajikan saat keluarga maupun kerabat datang bersilaturahmi.
Namun, tidak sedikit pembeli yang pernah merasa kecewa saat membuka kemasannya. Kaleng terlihat besar dari luar, tetapi isi kue di dalamnya justru tidak sebanyak yang dibayangkan. Kondisi ini sering disebut “zonk” oleh pembeli karena jumlah kue tidak sebanding dengan ukuran kemasan.
Karena itu, masyarakat kini mulai lebih teliti sebelum membeli kue kaleng untuk Lebaran. Selain melihat desain kemasan, pembeli juga biasanya memperhatikan merek yang sudah dikenal memiliki isi cukup padat.
Beberapa produk yang kerap dipilih antara lain Khong Guan Assorted Biscuits, Nissin Butter Coconut Biscuits, Monde Butter Cookies, dan Danisa Butter Cookies. Kue dalam kaleng tersebut umumnya disusun rapi sehingga terlihat lebih penuh saat dibuka.
Selain itu, Royal Dansk Danish Butter Cookies dan Good Time Cookies edisi kaleng juga cukup populer sebagai sajian Lebaran. Produk-produk tersebut sering menjadi pilihan karena jumlah kuenya dianggap lebih banyak dibandingkan beberapa merek lain.
Meski begitu, pembeli tetap disarankan memperhatikan informasi berat bersih (netto) yang tertera pada kemasan. Angka tersebut dapat menjadi gambaran jumlah kue yang ada di dalam kaleng.
Dengan memperhatikan hal tersebut, masyarakat bisa lebih berhati-hati saat memilih kue kaleng. Selain tampil menarik di meja tamu, isi kaleng yang benar-benar penuh tentu membuat sajian Lebaran terasa lebih memuaskan.(*)
