KETIK, LEBAK –
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terus memperkuat komitmennya dalam mendorong modernisasi sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut diwujudkan dengan mengikuti kegiatan pelatihan pengoperasian dan perawatan Combine Harvester ASHNA RCH 100 yang diselenggarakan oleh PT. Altrak, Rabu 11 Februari 2026, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wanasalam.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh para operator alat dan mesin pertanian (alsintan), penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani. Pelatihan difokuskan pada pemahaman teknis pengoperasian mesin panen modern serta tata cara perawatan berkala guna menjaga performa dan umur pakai alat.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung transformasi pertanian tradisional menuju pertanian berbasis teknologi.
“Modernisasi alat dan mesin pertanian harus diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM. Dengan pemahaman teknis yang baik, alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen,” ujar Denny Iskandar kepada ketik.com.
Combine Harvester ASHNA RCH 100 merupakan salah satu mesin panen modern yang dirancang untuk mempercepat proses panen padi, mengurangi kehilangan hasil (losses), serta menekan biaya tenaga kerja. Penggunaan alat ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian sekaligus mempercepat waktu panen.
Selain praktik langsung di lapangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengoperasian, aspek keselamatan kerja, hingga langkah-langkah perawatan preventif guna mencegah kerusakan mesin.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak berharap, melalui kegiatan ini para petani dan operator alsintan semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern. Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan berdampak pada naiknya produktivitas pertanian, efisiensi biaya produksi, serta pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebak.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. (*)
