KETIK, LEBAK – Harga daging ayam potong di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp42.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut dikeluhkan para pedagang karena berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadan 2026.
Salah satu pedagang ayam potong di Rangkasbitung, Herman, mengatakan lonjakan harga sudah terjadi selama empat hari terakhir dan terus merangkak naik setiap harinya.
“Sudah empat hari ini harga naik. Awalnya Rp35.000 per kilogram, sekarang jadi Rp42.000,” ujar Herman saat ditemui Ketik.com, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Herman, kenaikan harga yang terjadi secara bertahap membuat pedagang kesulitan mempertahankan penjualan. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, harga yang semakin tinggi membuat konsumen mengurangi pembelian.
“Kalau harga terus naik, kami juga susah menjualnya. Pembeli jadi berkurang karena kondisi ekonomi juga sedang kurang baik,” katanya.
Situasi ini terjadi menjelang bulan Ramadan 2026 atau yang dikenal masyarakat sebagai momen munggahan. Biasanya, permintaan bahan pangan, termasuk daging ayam, meningkat menjelang Ramadan.
Namun dengan harga yang sudah tinggi sejak awal, pedagang khawatir lonjakan permintaan justru tidak diiringi dengan peningkatan transaksi karena daya beli masyarakat tertekan.
Herman berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi distribusi dan harga dari perusahaan-perusahaan ayam potong yang beroperasi di Kabupaten Lebak.
“Di Kabupaten Lebak ini perusahaan ayam potong banyak, tapi harga tetap mahal. Kami berharap pemerintah bisa turun langsung dan mengecek supaya harga bisa lebih stabil,” ujarnya.
Para pedagang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah guna menjaga kestabilan harga, sehingga tidak merugikan pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai konsumen.(*)
