Daerah Istimewa Yogyakarta Puncaki Skor Literasi dan Numerasi Nasional 2025

3 Januari 2026 09:20 3 Jan 2026 09:20

Thumbnail Daerah Istimewa Yogyakarta Puncaki Skor Literasi dan Numerasi Nasional 2025
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, saat diwawancarai Ketik.com. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional. Berdasarkan laporan terbaru Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, DIY menempati peringkat teratas nasional pada mata pelajaran strategis yang menjadi indikator utama literasi dan numerasi.

Capaian tersebut menjadi pembuka tahun yang positif bagi DIY sekaligus menggeser dominasi DKI Jakarta pada kategori-kategori utama penilaian akademik.

Dalam laporan tersebut, rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa di DIY mencapai 65,89. Angka ini menempatkan DIY di posisi tertinggi nasional, unggul atas DKI Jakarta yang mencatat skor 63,39. Jawa Tengah dan Jawa Timur berada di peringkat berikutnya dengan skor masing-masing 61,56 dan 59,84. Keunggulan pada aspek literasi ini dinilai sebagai hasil konsistensi penguatan ekosistem belajar yang tidak hanya bertumpu pada kurikulum formal, tetapi juga ditopang budaya literasi yang berkembang di masyarakat.

Dominasi DIY juga terlihat pada mata pelajaran Matematika sebagai indikator kemampuan numerasi. DIY mencatat skor rata-rata 43,09, melampaui DKI Jakarta dengan skor 40,18. Jawa Tengah menyusul dengan 39,16 dan Jawa Timur 38,15. Meski capaian numerasi nasional masih menghadapi tantangan, keberhasilan DIY menembus angka di atas 40 menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran logika yang lebih sistematis.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, membenarkan capaian tersebut. Ia menilai hasil TKA 2025 mencerminkan kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan pendidikan serta sinergi kuat antara sekolah dan pemerintah daerah.

"Hasil TKA tahun ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan cermin dari ketangguhan ekosistem pendidikan kita. Ada korelasi positif antara penguatan literasi di sekolah dengan kemampuan nalar siswa yang kian tajam," ujarnya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Meski demikian, Suhirman mengingatkan agar prestasi tersebut tidak disikapi secara euforia berlebihan. Ia menegaskan bahwa predikat sebagai Kota Pendidikan merupakan tanggung jawab moral yang harus dijaga melalui inovasi berkelanjutan. Menurutnya, capaian ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap mutu lulusan sekolah di DIY.

Di sisi lain, DIY masih memiliki ruang perbaikan pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Pada kategori ini, DIY mencatat skor 30,00, berada di bawah DKI Jakarta yang memimpin dengan nilai 33,23. Meski masih lebih tinggi dibanding Jawa Tengah yang meraih 26,78, hasil tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah DIY memastikan peningkatan kompetensi bahasa asing akan menjadi salah satu prioritas dalam program penguatan pendidikan pada tahun ajaran mendatang. Evaluasi dan pembaruan strategi pembelajaran akan terus dilakukan agar kualitas pendidikan tetap adaptif dan merata di seluruh kabupaten/kota.

"Prestasi ini hanyalah modal awal untuk terus berinovasi demi melahirkan generasi yang tidak hanya unggul di kancah global, tetapi juga memiliki akar budaya lokal yang kuat," pungkas Suhirman. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pendidikan Yogyakarta tka 2025 literasi Numerasi Kemendikdasmen Disdikpora DIY Kota Pendidikan DKI Jakarta mutu pendidikan Suhirman Barometer Pendidikan Prestasi Siswa Kompetensi Akademik Evaluasi Pendidikan