KETIK, BREBES – Sebanyak 240 jenjang sekolah PAUD, SD, dan SMP di Brebes telah direvitalisasi pada tahun 2025. Revitalisasi ini merupakan pelaksanaan Program Beresi Sekolah dengan anggaran Rp80,4 miliar, baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Brebes.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Sutaryono, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Aditya Perdana menjelaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Brebes.
"Rinciannya, dari APBD sebanyak 161 sekolah dengan anggaran Rp12,5 miliar, sedangkan dari APBN sebanyak 79 sekolah dengan anggaran Rp67,4 miliar," jelasnya.
Selain revitalisasi fisik, Dindikpora juga memberikan bantuan digitalisasi pembelajaran melalui pembagian 1.673 unit papan tulis digital dan satu unit laptop untuk setiap sekolah.
Salah seorang kepala sekolah menyampaikan apresiasi,dimana setelah ruang kelas lebih refresentatif, prestasi siswa semakin menonjol.
"Sebelum mendapat revitaliasi, sekolah kami kayu kayu atapnya itu rapuh, Kemudian ruang kelasnya juga kurang refresentatif untuk belajar mengajar," ungkap Kepala Sekolah SMPN 4 Brebes, Murniasih, Senin, 16 Januari 2026.
"Setelah revitalisasi alhamdulillah yang jelas belajar siswa siswi itu semakin semangat karena kelas terasa nyaman, kelasnya bersih tinggi catnya juga cerah sehingga anak itu merasa nyaman untuk belajar dan ini terlihat dari prestasi-prestasi yang didapat dari sekian, baik akademik maupun non akademik, Gurunya juga semangat untuk mengajar," sambungnya.
Kemudian untuk Papan Interaksi Digital menurutnya sangat menunjang dalam pembelajaran bermakna, Apalagi saat ini sedang digalakkan pembelajaran bermakna,
"Pembelajaran bermakna atau pembelajaran mendalam sebagai supaya bermakna bukan teori saja tapi dikaitkan kehidupan nyata kehidupan sehari-hari yang terlihat di siswa sehingga pembelajaran itu akan bermakna karena terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa, Nah Papan Interaksi Digital itu sangat bermanfaat," jelas Murniasih.
Ditambahkan Penambahan laptop, disebutkanya juga sangat berpengaruh untuk membantu pembelajaran didalam kelas, serta memotivasi siswa untuk belajar menggunakan internet sebagai sumber materi.
Jaringan internet disekolahnya juga telah diperbarui sehingga sekolah tersebut telah siap menghadapi TKA.(*)
