Di Yogyakarta Rintik Hujan Iringi Perayaan Imlek 2026: Simbol Keberkahan Tahun Kuda Api

17 Februari 2026 10:19 17 Feb 2026 10:19

Thumbnail Di Yogyakarta Rintik Hujan Iringi Perayaan Imlek 2026: Simbol Keberkahan Tahun Kuda Api

Gerbang Kampung Pecinan Ketandan saksi bisu tradisi yang terus mengalir. Sebagaimana hujan semalam yang turun membasuh bumi Yogyakarta. Semoga kemakmuran dan keberuntungan di tahun Kuda Api ini mengalir deras bagi kita semua. Gong Xi Fa Cai! (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Langit di atas Kota Pelajar seolah punya skenario sendiri untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Setelah matahari menyengat sepanjang siang, atmosfer Yogyakarta berubah drastis saat malam pergantian tahun tiba.

Sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, 17 Februari 2026, rintik hujan turun konsisten, membasuh lampion-lampion merah yang menggantung di sepanjang jalanan kota.

Bagi sebagian warga, hujan mungkin dianggap sebagai penghambat mobilitas. Namun, di kantong-kantong pemukiman Tionghoa seperti Kranggan, Ketandan, Beskalan dan Pajeksan, jatuhnya air dari langit justru disambut dengan gumam syukur. Dalam kosmologi Tionghoa, hujan di hari pertama Imlek bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan personifikasi dari aliran rezeki yang melimpah.

Tahun ini, kehadiran hujan terasa lebih krusial secara simbolis karena kalender astrologi Tionghoa menetapkannya sebagai Tahun Kuda Api. Karakter Kuda yang melambangkan kecepatan, kekuatan, dan kebebasan bersanding dengan elemen Api yang membara.

Kombinasi ini menjanjikan tahun yang penuh dinamika dan progresivitas, namun sekaligus membawa risiko keputusan impulsif akibat energi yang meluap-luap.

 

Foto Barongsai sering dipentaskan dalam berbagai perayaan, termasuk Tahun Baru Imlek, dan diyakini dapat mengusir energi negatif serta membawa keberuntungan. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Barongsai sering dipentaskan dalam berbagai perayaan, termasuk Tahun Baru Imlek, dan diyakini dapat mengusir energi negatif serta membawa keberuntungan. (Foto: Fajar R/Ketik.com)



Di sinilah air mengambil perannya dalam filosofi Feng Shui. Hujan yang mengguyur Yogyakarta dianggap sebagai elemen penyeimbang alami yang berfungsi "mendinginkan" agresivitas elemen Api agar tetap terkendali.

Masyarakat meyakini bahwa durasi hujan yang cukup lama sejak malam hingga pagi hari menjadi pertanda bahwa keberuntungan akan mengalir tanpa putus, sekaligus membasuh sisa kemalangan dari masa lampau.

Suasana khidmat terasa kental di Kelenteng Kwan Tee Kiong, Poncowinatan Asap hio yang membubung tipis menyatu dengan aroma tanah basah, menciptakan keheningan yang magis di tengah hiruk-pikuk kawasan Kranggan.

Mengarah ke selatan sebelah timur titik nol Yogyakarta, di Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, pemandangan serupa terlihat. Warga datang silih berganti melakukan ritual persembahyangan di menunjukkan bahwa guyuran air tak menyurutkan langkah mereka untuk menghormati leluhur.

Edy, seorang warga yang mengaku menetap di kawasan Beskalan, mengungkapkan rasa optimismenya saat ditemui pada Selasa pagi. Baginya, hujan yang turun selama berjam-jam sejak pergantian malam adalah "pertanda emas" bagi keberlangsungan usahanya di tahun yang baru.

Ia meyakini bahwa berkah yang turun dari langit kali ini adalah modal spiritual untuk mengarungi Tahun Kuda Api yang dikenal penuh tantangan sekaligus peluang.

Meski suhu udara di Yogyakarta saat malam tiba terasa lebih dingin dari biasanya, kehangatan justru berpindah ke dalam rumah-rumah warga yang merayakan. Kebijakan cuti bersama dari pemerintah memberikan ruang bagi mereka untuk berkumpul lebih lama.

Meja-meja makan penuh dengan sajian khas yang sarat makna, mulai dari kue keranjang hingga olahan ikan, yang semuanya bermuara pada doa untuk persatuan keluarga. Tradisi berbagi angpau kepada generasi muda pun tetap menjadi bumbu keceriaan.

Perayaan Imlek 2577 di Yogyakarta kali ini bukan sekadar urusan seremonial dan tanggal merah. Ia adalah perayaan tentang harapan dan keseimbangan.

Di bawah rintik hujan, warga keturunan Tionghoa di Yogyakarta mantap melangkah memasuki Tahun Kuda Api, membawa keyakinan bahwa seberapa pun panasnya dinamika hidup ke depan, akan selalu ada aliran rezeki yang menyejukkan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Imlek 2026 Tahun Baru Imlek 2577 Yogyakarta shio kuda api Hujan Imlek Budaya Tionghoa Berita Yogyakarta tradisi Imlek Feng shui Wisata Pecinan Beskalan #ketandan Cuaca Yogyakarta Pajeksan kranggan Gondomanan