KETIK, JAKARTA – Diplomasi luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto berlanjut ke Benua Biru. Minggu (18/1/2026), pesawat kepresidenan RI mendarat mulus di Bandar Udara London Stansted, Inggris.
Kunjungan kerja ini membawa misi besar untuk memperkokoh fondasi hubungan bilateral dan kemitraan strategis Indonesia-Inggris yang telah terjalin selama 77 tahun.
Begitu menginjakkan kaki di tanah Inggris, Presiden Prabowo disambut jajaran pejabat teras setempat. Tampak hadir Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, perwakilan khusus Menteri Luar Negeri Inggris Adele Taylor MBE, serta Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey.
Dari pihak Indonesia, Dubes RI untuk Inggris Desra Percaya dan Atase Pertahanan Kolonel Inf. Wiyata S. Aji turut menyambut di garba pesawat.
Agenda Padat di St. James’s Palace
Lawatan kali ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Presiden Prabowo dijadwalkan melakoni agenda diplomasi tingkat tinggi. Salah satu adalah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di Kantor PM. Fokus utamanya adalah mempertajam dialog kerja sama di berbagai bidang strategis.
Tak hanya itu, Prabowo juga diagendakan bertemu dengan penguasa takhta Inggris, Raja Charles III. Pertemuan bersejarah ini rencananya berlangsung di St. James’s Palace. Kunjungan ini sekaligus menjadi penegasan empat pilar utama kemitraan baru kedua negara:
-
Pertumbuhan Ekonomi
-
Iklim, Energi, dan Alam
-
Pertahanan dan Keamanan
-
Pilar Manusia dan Masyarakat
Presiden Prabowo disambut mahasiswa dan Diaspora Indonesia di London, Minggu (18/1/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Mahasiswa dan Diaspora Bahagia Kedatangan "Bapak" di Tanah Rantau
Pemandangan hangat tersaji saat Presiden tiba di hotel tempatnya bermalam. Bukannya langsung beristirahat, Prabowo justru langsung memilih menyapa kerumunan mahasiswa dan diaspora Indonesia yang telah lama menunggu.
Suasana formal seketika berubah menjadi kekeluargaan saat mantan Menteri Pertahanan itu menyalami dan berdialog singkat dengan para pelajar.
Alma, mahasiswi asal Merauke yang menempuh studi magister di University of Sussex, tak kuasa menahan haru. Baginya, kehadiran Prabowo seperti oase di tanah perantauan.
"Beliau begitu humble. Rasanya seperti anak bertemu Bapak sendiri di tanah rantau. Beliau sempat tanya-tanya soal jurusan kami. Ini suntikan semangat luar biasa," ujar Alma dengan mata berkaca-kaca dilansir situs resmi Presiden RI.
Nada optimisme juga datang dari Azka, mahasiswa Teknik di Oxford University. Ia berharap kunjungan ini semakin mempererat kolaborasi riset dan pendidikan. "Saya ingin bawa ilmu STEM ini pulang untuk memajukan Indonesia," tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjalankan diplomasi aktif demi kepentingan nasional, sekaligus memastikan bahwa suara Indonesia semakin didengar di panggung global. (*)
