Jaga Tradisi 25 Tahun, UMM Perkuat Silaturahmi Bersama Insan Pers di Momen Ramadan

7 Maret 2026 17:40 7 Mar 2026 17:40

Thumbnail Jaga Tradisi 25 Tahun, UMM Perkuat Silaturahmi Bersama Insan Pers di Momen Ramadan

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si mengatakan bahwa kampus tak berdaya tanpa kolaborasi bersama media. (Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Malang)

KETIK, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar agenda buka puasa bersama media di Aula BAU Kampus 3 pada Kamis, 5 Maret 2026. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan panjang yang telah terjalin hangat antara kampus dengan insan pers.

Kegiatan silaturahmi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tim Humas UMM, serta wartawan dari berbagai media. Forum ini juga menjadi ruang refleksi mengenai peran media dan perguruan tinggi dalam membaca dinamika masyarakat. Diskusi yang mengalir dalam suasana akrab tersebut menyoroti perjalanan kolaborasi apik yang telah dibangun selama ini.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa tradisi buka puasa bersama media telah berlangsung sejak masa kepemimpinan rektor-rektor terdahulu, salah satunya Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Selama lebih dari 25 tahun, agenda ini konsisten dijalankan sebagai bagian dari hubungan historis antara UMM dan media.

“Buka puasa bersama dengan media ini sudah dimulai sejak zaman Pak Muhadjir. Artinya tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 25 tahun yang lalu dan terus dijaga hingga sekarang," ujar Prof. Dr. Nazaruddin Malik.

"Dalam setiap etape perjalanan itu selalu lahir hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini menunjukkan bahwa UMM berkembang bersama insan pers,” imbuhnya.

Foto Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Menggelar buka puasa bersama media sebagai bentuk memperkuat hubungan jangka panjang bersama insan pers pada Kamis 5 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Menggelar buka puasa bersama media sebagai bentuk memperkuat hubungan jangka panjang bersama insan pers pada Kamis, 5 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Ia menjelaskan bahwa lanskap media di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan. Dahulu, media cetak menjadi sumber informasi utama dengan akses luas di ruang publik. Namun, perkembangan teknologi telah mengubah pola distribusi informasi secara drastis.

“Dulu media yang kita amati adalah media mainstream, terutama media cetak. Bahkan kalau ke mana-mana membawa kartu pers itu sering kali bisa membuka akses ke banyak tempat. Sekarang situasinya berbeda karena media berkembang menjadi non-mainstream dan semakin tidak terinstitusionalisasi. Pola reproduksi informasi juga menjadi semakin beragam,” jelasnya.

Meski terjadi disrupsi, Nazaruddin menilai peran pers tetap krusial dalam kehidupan sosial, terutama dalam membentuk pemikiran publik. Perkembangan gagasan masyarakat banyak dipengaruhi oleh peran media dalam berbagai momentum sejarah bangsa. Oleh karena itu, hubungan antara kampus dan media bersifat sangat strategis.

Menurut Nazaruddin, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi sosial dan menerjemahkannya menjadi gagasan serta solusi bagi masyarakat. Melalui proses inilah lahir pemikiran untuk mendorong perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

Hubungan UMM dan media diibaratkan sebagai simbiosis kultural yang saling menguatkan. UMM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan insan pers agar tetap menjadi universitas yang memberikan dampak nyata.

“UMM sekarang tidak ada tanpa media. Perubahan media yang semakin beragam juga memengaruhi bagaimana kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Pola reproduksi informasi kini sangat beragam. Semua itu membawa UMM terus bergerak menjadi universitas yang berdampak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa menjadi universitas yang berdampak tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga tentang manfaat nyata yang dirasakan masyarakat luas. Semangat ini harus dilandasi niat tulus dan kerja keras.

“Berbuat baik itu ketika kita jauh dari kepentingan pribadi atau golongan. Kebaikan harus dirasakan oleh semua orang. Karena itu kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati untuk menghasilkan manfaat bagi banyak pihak. Nilai kerja keras ini yang sering kali diabaikan,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas Muhammadiyah Malang UMM malang Ramadan Rektor UMM Nazaruddin Malik