KETIK, JAKARTA – Arus tenaga kerja Indonesia ke Negeri Sakura alias Jepang menunjukkan tren lonjakan signifikan. Berdasarkan data terbaru, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang kini menembus angka 180.000 orang.
Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tercepat dibandingkan negara pengirim tenaga kerja lainnya.
Total WNI di Jepang per Juni 2025 mencapai 230.689 orang, naik tajam 37,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Laporan Channe News Asia menyebutkan, masyarakat Jepang, termasuk di wilayah pedesaan yang konservatif, mulai menanggalkan keraguan terhadap pekerja Muslim.
Pekerja asal Indonesia dinilai memiliki etos kerja yang tinggi, jujur, dan ramah, sehingga lebih mudah diterima di lingkungan tradisional.
Pergeseran Budaya di Jepang
Chargés d'Affaires ad interim Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, menegaskan bahwa meningkatnya jumlah PMI menjadi bukti perubahan sikap sosial di Jepang.
"Masyarakat Jepang kini tidak memiliki keraguan untuk menerima pekerja Muslim. Mereka menyadari pekerja Indonesia itu rajin dan baik," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Myochin mengakui, secara historis Jepang minim pemahaman soal komunitas Muslim. Namun, interaksi yang intensif melalui jalur pekerjaan, pendidikan, dan budaya telah mengikis sekat tersebut.
Penguatan Hubungan Bilateral
Selain sektor formal, pemerintah Jepang terus mempererat hubungan people-to-people melalui:
- Program JENESYS: Sejak 2004, lebih dari 190 pimpinan pesantren telah diundang ke Jepang.
- Pertukaran Pemuda: Tahun ini, delegasi dari NU, Muhammadiyah, Masjid Istiqlal, dan UIN dikirim ke Tokyo dan Nagasaki untuk misi pemahaman lintas budaya.
Data menunjukkan Indonesia kini masuk dalam jajaran enam besar warga asing terbanyak di Jepang, menandakan posisi tawar pekerja domestik yang semakin diperhitungkan di pasar tenaga kerja internasional. (*)
