Kedubes Iran di Indonesia Beber Rekam Jejak Permusuhan Amerika Serikat, Dimulai Sejak Awal 1950-an

5 Maret 2026 15:50 5 Mar 2026 15:50

Thumbnail Kedubes Iran di Indonesia Beber Rekam Jejak Permusuhan Amerika Serikat, Dimulai Sejak Awal 1950-an

Asap membubung dari sudut Kota Teheran menyusul serangan rudal Amerika Serikat dan Israel, penghujung Februari 2026 lalu. (Foto: CFR.org)

KETIK, JAKARTA – Serangan Amerika Serikat, bersama Israel, pada pengujung Februari 2026 lalu dinilai sebagai puncak permusuhan negara adidaya tersebut terhadap Iran. Hal ini diungkapkan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia.

Menurut Kedubes Iran, bukan pertama kali ini Amerika Serikat menunjukkan sikap permusuhannya terhadap mereka. Sikap Amerika tersebut sudah terjadi sejak 19 Agustus 1953. 

Waktu itu, Amerika  kudeta menggulingkan Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mosaddegh. Kudeta tersebut dikenal sebagai Operasi Ajax dan didukung oleh Amerika Serikat serta Inggris.

Sejak saat itu, menurut pernyataan tersebut, intervensi Amerika terhadap urusan dalam negeri Iran terus berlanjut.

Setelah pecahnya Revolusi Islam Iran pada 1979 yang menggulingkan Shah Iran, hubungan kedua negara memburuk drastis. Kedubes Iran menyebut Amerika segera menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi dengan tujuan melemahkan pemerintahan baru Iran.

Sanksi tersebut, menurut Kedubes, menjadi fondasi tekanan ekonomi yang terus meningkat hingga dekade-dekade berikutnya.

Dalam pernyataannya, Kedubes Iran juga menyoroti dukungan Amerika terhadap Saddam Hussein selama Perang Iran–Irak (1980–1988). Konflik delapan tahun itu menelan ratusan ribu korban jiwa dari pihak Iran.

Selain itu, Kedubes mengingatkan insiden Juli 1988 ketika kapal perang Amerika, USS Vincennes, menembak jatuh pesawat sipil Iran di Teluk Persia yang menewaskan 291 penumpang.

Kedubes Iran juga menuding Amerika memberikan dukungan kepada kelompok oposisi bersenjata seperti People's Mojahedin Organization of Iran (MKO), yang disebut bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap pejabat dan warga sipil Iran sejak dekade 1980-an.

Menurut Kedubes, Iran merupakan salah satu negara dengan korban terorisme terbesar di dunia.

Dalam daftar yang dirilis, Kedubes Iran turut menyinggung pembunuhan komandan militer senior Iran, Qasem Soleimani, pada Januari 2020 atas perintah Presiden Amerika saat itu, Donald Trump.

Selain itu, Kedubes menyebut sejumlah serangan terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran pada 2024 dan 2025, serta menuduh Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas eskalasi konflik yang terjadi hingga awal 2026.

Di akhir pernyataannya, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia. Mereka juga menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi.

Kedubes Iran menegaskan pentingnya sikap tegas dari para pejabat Indonesia dalam mengutuk apa yang mereka sebut sebagai agresi dan pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kedubes Iran Indonesia konflik Iran Amerika Serikat