Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

10 April 2026 21:12 10 Apr 2026 21:12

Slamet Sumari, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

Sejumlah warga Jatiroyom Pemalang menyoroti dugaan penyelewengan bantuan pertanian (Foto: Darmo for Ketik.com)

KETIK, PEMALANG – Sejumlah warga Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, menyoroti dugaan penyelewengan bantuan pertanian yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan.

‎Sorotan muncul lantaran bantuan sumur bor yang seharusnya sudah dimanfaatkan petani hingga kini belum berfungsi optimal.

‎Salah satu warga, Erry, mengungkapkan bahwa bangunan rumah pompa memang telah berdiri, namun mesin pompa justru disimpan di rumah ketua poktan. Alasan penyimpanan tersebut, menurutnya, dinilai tidak logis.

‎“Bangunan rumah pompa atau sumur bor sudah ada, namun mesin pompanya disimpan di rumah ketua poktan. Katanya demi keamanan, tapi kan rumah pompa sudah bisa dikunci,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.

‎Tak hanya itu, warga juga menyoroti dugaan penjualan alat mesin pertanian (alsintan) berupa alat perontok padi (Treser) atau biasa petani menyebut blower, ke kelompok tani lain dengan nilai sekitar Rp2 juta.

‎Selain bantuan, warga juga menyoroti dalam struktur kepengurusan kelompok tani yang diisi perangkat desa. Menurutnya, hal tersebut dinilai dapat berpotensi penyalahgunaan wewenang.

‎Merasa janggal, Erry bersama sejumlah warga mendatangi Kantor Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Distanparik) Kabupaten Pemalang untuk meminta kejelasan terkait bantuan tersebut. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena pimpinan dinas tidak berada di tempat.

‎“Kami datang untuk mencari kejelasan, tapi belum bisa bertemu. Rencananya hari Senin kami akan kembali lagi untuk meminta penjelasan langsung,” tambahnya.

‎Di tengah mulai dirasakannya musim kemarau, warga mengaku sangat membutuhkan keberadaan sumur bor untuk mendukung irigasi pertanian. Mereka berharap bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

‎“Saat ini sawah mulai kekeringan. Harapan kami bantuan itu bisa dirasakan masyarakat,” tegas Erry.

‎Di sisi lain, Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Aziz Ndoro, menyatakan pihaknya telah menerima aduan warga dan melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya, proyek sumur bor memang belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

‎Menurut Aziz, pihaknya juga telah berupaya mengonfirmasi kepada ketua poktan, namun belum mendapat respons. Sikap tersebut dinilai semakin menimbulkan kecurigaan publik.

‎“Jika tidak ada penjelasan yang transparan, kami tidak menutup kemungkinan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” ujarnya.

‎Kasus ini menjadi perhatian warga, terutama karena bantuan pertanian dinilai krusial dalam menghadapi ancaman kekeringan dan menjaga produktivitas lahan.

‎Sementara itu, Ketua Poktan Tani Harapan, Yasin, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Kepada Ketik.com, Ia menyebut akan menjadwalkan klarifikasi dalam waktu dekat.(*) 

Tombol Google News

Tags:

bantuan pertanian sumur bor Pemalang Poktan Tani Harapan dugaan penyelewengan Alsintan Desa Jatiroyom Bodeh