Siapa Sering Tidur Setelah Sahur? Ini lho Dampaknya bagi Tubuh

3 Maret 2026 15:10 3 Mar 2026 15:10

Thumbnail Siapa Sering Tidur Setelah Sahur? Ini lho Dampaknya bagi Tubuh

Ilustrasi orang yang tidur setelah sahur. (Foto: Fariha Al Jihan:Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Selama bulan Ramadan, tidur menjadi aktivitas yang digemari banyak orang. Terutama setelah sahur. Rasa kantuk biasanya datang setelah makan. Tidak sedikit orang berpendapat bahwa bisa bangun untuk sahur saja sudah patut disyukuri.

Namun, sebagian orang kurang memperhatikan dampaknya bagi kesehatan. Padahal tidur setelah sahur dapat membuat tubuh tidak bugar saat menjalani ibadah puasa. Lantas, apa saja dampak kesehatan jika setelah sahur langsung tidur?

Menurut penjelasan Dr. Habib Hanif Alathas dalam unggahan TikTok pribadinya pada 25 Februari 2026, dalam kitab Al-Fawaidu Al-Shawtyriyah disebutkan bahwa tidak selayaknya seseorang langsung tidur setelah sahur.

Ia juga menjelaskan bahwa para ahli kesehatan telah menegaskan dampak buruk dari kebiasaan tersebut. Tidur setelah makan dapat memicu penyakit yang dalam istilah disebut maradh al-qudād, yaitu kondisi ketika makanan kembali naik dari lambung pada siang hari. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai asam lambung naik.

“Langsung tidur setelah sahur dapat menyebabkan penyakit yang disebut kudat. Dalam istilah yang lebih umum, kondisi itu dikenal sebagai asam lambung,” jelasnya.

Nadia Alaydrus dalam unggahan pribadinya pada 10 Maret 2025 menjelaskan bahwa makanan yang masuk ke tubuh membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk dicerna dengan baik.

Saat tidur, kerja tubuh memang tidak sepenuhnya berhenti, tetapi melambat. Organ vital seperti jantung, otak, dan paru-paru tetap aktif, sementara sistem pencernaan tidak bekerja seoptimal ketika kita dalam kondisi terjaga.

Jika langsung berbaring setelah makan, tubuh tidak memiliki kesempatan cukup untuk mencerna makanan secara maksimal. Posisi rebahan juga dapat mempersulit proses pencernaan.

Katup lambung bisa menjadi lebih longgar, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini menimbulkan rasa panas atau terbakar di dada dan tenggorokan yang dikenal sebagai GERD.

“ Hal itu menimbulkan rasa terbakar di dada dan tenggorokan yang biasa disebut GERD,”. Katanya.

Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, sebagian ahli kesehatan juga menyebut adanya risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes.

Dalam kesempatan lain, Habib Salih mengingatkan bahwa tidur setelah makan termasuk perbuatan yang berbahaya bagi tubuh. Larangan ini tidak terbatas pada sahur saja, tetapi berlaku setiap selesai makan.

Makanan yang belum tercerna dengan baik membutuhkan waktu untuk diproses. Jika langsung tidur, proses pencernaan terganggu dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Karena itu, sebaiknya setelah sahur tidak langsung tidur. Tunaikan salat Subuh berjamaah terlebih dahulu. Perbanyak zikir, membaca Al-Quran dan manfaatkan waktu pagi dengan kegiatan bermanfaat, salah satunya olahraga ringan atau jalan kaki. (*)

Tombol Google News

Tags:

sahur Tidur setelah sahur kesehatan dampak Penyakit Ramadan ketk in ramadan