Tertinggi Dalam Sejarah, Berapa Transaksi Misi Dagang Jatim-DKI Jakarta? Hasilnya Mencengangkan!

3 Maret 2026 16:17 3 Mar 2026 16:17

Thumbnail Tertinggi Dalam Sejarah, Berapa Transaksi Misi Dagang Jatim-DKI Jakarta? Hasilnya Mencengangkan!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) usai menyaksikan penandatanganan komitmen terhadap 10 transaksi tertinggi antara pelaku usaha Jatim dan DKI di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Program misi dagang gagasan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sekaligus investasi antara Jawa Timur dan DKI Jakarta mencatatkan nilai tertinggi dalam sejarah.

Misi Dagang kedua yang digelar di tahun 2026 ini berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, yang total komitmen transaksi final mencapai Rp5.744.955.800.000.

Angka fantastis ini tercatat melampaui gelaran misi dagang antara kedua provinsi sama pada tahun 2021 silam, yakni sebesar Rp750,44 miliar.

“Angka tersebut juga menjadi capaian tertinggi sepanjang penyelenggaraan Misi Dagang Jawa Timur baik di level nasional maupun internasional,” ujar Gubernur Khofifah dalam siaran pers diterima di Surabaya, Selasa, 3 Maret 2026.

Total transaksi itu terdiri dari Jatim menjual ke Jakarta Rp5.615.355.800.000 dan Jatim membeli ke Jakarta Rp129.600.000.000.

Angka-angka tersebut disebutnya menjadi bukti bahwa hubungan dagang antara Jatim dan DKI Jakarta yang terbukti terus berkembang memberi manfaat bagi pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. Bahkan juga bagi provinsi lainnya di Indonesia.

Apalagi, lanjut dia, Jatim memiliki banyak produk yang membutuhkan perluasan pemasaran, dan Ibu Kota diyakininya sebagai tempat strategis untuk pemasaran.

"Ini artinya sinergi diantara provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pertama dan kedua di Indonesia yaitu Jawa Timur dan DKI Jakarta, Insya Allah bisa memberi penguatan pada pertumbuhan ekonomi dan penyejahteraan masyarakat," tuturnya.

Terlebih, kata Khofifah, Jakarta sebagai pembuka pintu market lebih luas yang tidak hanya di dalam negeri, tapi juga mancanegara.

“Oleh karena itu partnership antara pelaku-pelaku usaha sangat penting untuk dibangun sinergi dan kolaborasi,” ucap orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, dalam misi dagang kali ini dilakukan penandatangan komitmen terhadap 10 transaksi tertinggi antara pelaku usaha Jatim dan DKI Jakarta.

Di antaranya, Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jatim dengan Jakarta sebesar Rp2,64 triliun per tahun, GAPERO Jatim dengan AMO Jakarta West sebesar Rp1,068 triliun per tahun dan PT Sinergi Gula Nusantara dengan PT. Adikarya Gemilang sebesar Rp557 miliar per tahun.

Selain itu, sebagai penguatan sinergi dan kolaborasi antarwilayah dilakukan pula Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara KADIN Jatim dan KADIN DKI Jakarta, HIPMI Jatim dan HIPMI DKI Jakarta, IWAPI Jatim dan IWAPI DKI Jakarta serta GEKRAFS Jatim dan GEKRAFS DKI Jakarta.

Sebagai informasi, misi dagang menjadi agenda rutin Pemprov Jatim yang tujuannya memfasilitasi pertemuan antara penjual dan pembeli guna memperlancar arus informasi barang dan pasar agar terjadi secara lebih baik dan akurat.

Gelaran misi dagang mempertemukan pelaku usaha atau calon penjual asal Jatim dengan pembeli potensial dari provinsi mitra dengan model bentuk Government to Business dan Business to Business.

Langkah strategis Pemprov Jatim ini juga memperluas potensi sektor industri, agribisnis dan investasi dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya.

Secara keseluruhan diharapkan potensi kesepakatan bisnis menjadi lebih besar sekaligus mampu meningkatkan nilai perdagangan, khususnya di dalam negeri. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Gubernur Jatim misi dagang investasi perdagangan Pemprov Jatim Pemprov DKI Jakarta pelaku usaha