Wedang Ronde Goyang Lidah, Sensasi Hangat Serasi Dengan Cuaca Dingin

3 Maret 2026 16:05 3 Mar 2026 16:05

Thumbnail Wedang Ronde Goyang Lidah, Sensasi Hangat Serasi Dengan Cuaca Dingin

Foto Penjual (Ahmad Siddi) sedang membuat Wedang Ronde untuk pelanggan. (Foto: Maulidya/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Wedang ronde merupakan minuman tradisional khas Indonesia yang disajikan hangat dengan kuah jahe manis dan harum. Di dalamnya terdapat bola ketan berisi kacang yang kenyal, dipadukan dengan kolang kaling, kacang tanah, dan potongan roti tawar.

Sensasi pedas hangat dari jahe berpadu dengan tekstur lembut, menciptakan cita rasa yang unik dan berbeda. Minuman ini kerap menjadi pilihan favorit untuk menghangatkan tubuh, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan.

Salah satu kuliner tradisional Wedang Ronde “Goyang Lidah” yang berada di kawasan Jl. Gang Lebar, Wonocolo, Jermurwonosari menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitarnya. Sajian minuman hangat ini banyak diburu masyarakat, terutama saat cuaca dingin di musim hujan.

Wedang ronde tersebut dijajakan oleh Ahmad Siddi (61), yang telah menekuni usaha berjualan selama dua tahun terakhir. Ia memilih nama “Goyang Lidah” karena tekstur ronde di dalam wedang yang kenyal dan memberikan sensasi berbeda saat disantap.

Foto Foto Wedang Ronde Goyah Lidah yang terletak di WonocoloWedang Ronde Goyah Lidah yang terletak di Wonocolo. (Foto: Maulidya/Ketik.com)

“Ya soalnya rondenya itu kenyal, jadi sensasinya bisa enak gitu dimulut jadi makannya saya buat nama goyang lidah,” ujar Ahmad Siddi saat ditemui di lokasi berjualan. 

Salah satu pembeli, Naila, mengaku menyukai rasa wedang ronde tersebut. Menurutnya, selain rasanya yang enak dan menghangatkan tubuh, harga yang ditawarkan juga sebanding dengan kualitasnya.

 “Menurut saya harganya kan cuma Rp.8000-an, cup nya besar juga kan, worth it sih, kalau dikonsumsi saat sedang flu juga terasa enak (hangat),” terang naila.

Hal senada juga di katakan oleh Hengki, mahasiswa sekaligus konsumen Wedang Ronde Goyang Lidah.  

“Cocok sih kalau diminum pas musim hujan begini, bikin badan jadi lebih rilex, harganya juga terjangkau banget,” terangnya

Foto Foto Penjual Wedang Ronde (Ahmad Siddi) sedang mempersiapkan pesanan pelangganFoto Penjual Wedang Ronde (Ahmad Siddi) sedang mempersiapkan pesanan pelanggan. (Foto: Maulidya/Ketik.com)

Lokasi Wedang Ronde Goyang Lidah ini terletak tidak jauh dari kawasan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Dari gang pabrik kulit, pengunjung dapat berjalan lurus hingga menemui perempatan, lalu berbelok kearah selatan. lapaknya berada di sebelah kanan jalan, tepat di depan Indomaret Wonocolo. letaknya yang strategis membuat wedang ronde ini mudah ditemukan dan terus menjadi pilihan masyarakat. 

Setiap sore hingga malam hari, lapak sederhana tersebut mulai dipadati pembeli, baik warga sekitar maupun mahasiswa yang hendak pulang kuliah. Aroma jahe yang menguar dari panci besar seolah menjadi penanda keberadaan penjualnya.

Selain disajikan untuk dinikmati di tempat, banyak pelanggan juga memilih untuk membungkusnya sebagai minuman hangat di rumah. Kehadiran Wedang Ronde “Goyang Lidah” pun menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, di tengah maraknya minuman kekinian. (*)

Tombol Google News

Tags:

#wedangronde Wonocolo Kuliner Tradisional surabaya Unik