KETIK, MALANG – Dunia kedokteran Malang sedang berduka. Salah seorang dokter senior Kota Malang, Prof. Dr. dr. Moch. Hidayat, Sp.B, Sp.OT(K), meninggal dunia pada Rabu, 18 Februari 2026.
Profesor Hidayat merupakan ahli bedah ortopedi pertama di Malang. Pria kelahiran 21 September 1943 ini merupakan ahli bedah di RSUD Dr. Saiful Anwar, Kota Malang. Selain itu, ia juga merupakan salah satu komisaris PT Persada Medika Raya, yang menaungi RS Persada.
Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut juga berkiprah di dunia pendidikan. Ia merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang.
Profesor Hidayat sempat dipercaya sebagai Dekan FKUB. Selain itu, pria kelahiran Banyuwangi ini juga pernah terpilih sebagai Ketua PABOI (Persatuan Ahli Bedah Orthopedi Indonesia).
Selain itu, Prof. Hidayat juga merupakan salah seorang dewan pengarah Malang Health Tourism. Ia banyak memberi masukan pemikiran terhadap potensi industri wisata kesehatan yang dikembangkan sejak beberapa waktu lalu.
Dalam sebuah acara visitasi RS wisata medik di Malang Raya beberapa waktu lalu, Prof. Hidayat menilai bahwa kualitas dokter di Malang tidak kalah dengan sejawat mereka di luar negeri.
Namun, menurutnya, untuk bisa mengembangkan medical health tourism, ada sejumlah hal yang harus diubah, salah satunya pola pikir dan orientasi.
“Kalau orang mau berobat ke Australia atau Penang, mereka tidak melihat dokternya. Mereka hanya melihat tempatnya. Mutu sebuah rumah sakit bergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang harus kompeten dan berperilaku baik. Tidak hanya dokter, tetapi seluruh lapisan,” tuturnya waktu itu.
Kepergian Prof. Hidayat menjadi kehilangan besar bagi dunia kedokteran di Malang, khususnya dalam pengembangan layanan ortopedi dan pendidikan kedokteran. Dedikasi serta pemikirannya tentang peningkatan mutu layanan kesehatan dan pengembangan wisata medis akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan dunia kesehatan di Kota Malang. (*)
