KETIK, MALANG – Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjadi salah satu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang sukses berkiprah di tingkat nasional. Dilantik sebagai Wali Kota Jambi pada Februari 2025, Maulana menjadikan latar belakang kedokterannya sebagai fondasi utama dalam membangun sektor pelayanan publik, khususnya kesehatan masyarakat.
Maulana mengaku, pengalaman selama menempuh studi di FKUB memberinya bekal yang komprehensif. Selain kemampuan klinis, ia mendapatkan ilmu kepemimpinan dan kewirausahaan (entrepreneurship) yang sangat berguna dalam mengelola sektor sosial.
"Saya merasakan manfaat masuk kedokteran tak hanya dari segi klinis, saya akui FKUB unggul sekali. Saya juga mendapatkan ilmu kepemimpinan, entrepreneurship sehingga saya bisa aktif mengelola klinik, bagaimana membangun klinik sampai rumah sakit sebagai bentuk kemasyarakatan atau investasi sosial yang besar," ungkapnya, Minggu, 11 Januari 2026.
Sejak menjabat, Maulana telah menginisiasi berbagai program kesehatan yang terinspirasi dari pengalamannya semasa kuliah. Salah satu program unggulannya adalah khitan gratis bagi warga Kota Jambi, yang diadopsi dari aktivitas sosial yang sering dilakukannya saat mahasiswa.
Selain itu, ia dikenal responsif terhadap kebutuhan darurat warga. Maulana pernah memberikan jaminan BPJS bagi warga yang membutuhkan tindakan medis mendesak namun tidak memiliki kepesertaan.
Di luar pemerintahan, kontribusi sosial Maulana mencakup pembangunan rumah sakit, pondok pesantren, dan tujuh Rumah Tahfidz. Bersama sang istri, ia juga mendirikan Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi.
Kehadiran Maulana di Kota Malang tidak hanya untuk menghadiri Dies Natalis ke-52 FKUB, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antardaerah. Ia dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Wali Kota Malang guna memajukan potensi daerah masing-masing.
"Besok saya ketemu Wali Kota Malang untuk membangun kolaborasi antardaerah, akan tandatangan MoU terkait meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ungkapnya.
“Untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata, Malang sudah lebih unggul. Kita punya Candi Muara Jambi, kita harus belajar dari Malang bagaimana meningkatkan PHRI dari aspek kuliner, hotel," ujar pria kelahiran 14 Februari 1976 tersebut.
Di sektor kesehatan, Jambi juga telah mengadopsi sistem kegawatdaruratan hasil kolaborasi dengan FKUB. Program tersebut diwujudkan melalui Call Center Bahagia.
“Pelayanan kegawatdaruratan 24 jam gratis untuk masyarakat kapan pun, dokter dikirim ke masyarakat," jelasnya.
Melalui perjalanan kariernya, dr. Maulana membuktikan bahwa latar belakang kedokteran merupakan modal kuat dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran. (*)
