KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menggelar Dies Natalis ke-52 dengan tema "Dari FKUB untuk Indonesia: Mendidik Tenaga Kesehatan Inovatif Menuju Indonesia Sehat" di Kota Malang, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Peringatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen FKUB dalam berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta penguatan peran alumni dalam membangun kampus berdampak.
Selama lebih dari 5 dekade, FKUB telah berhasil mencetak tenaga kesehatan yang unggul, beretika, dan berdaya saing tinggi global.
Memasuki usia ke-52 tahun, FKUB terus berusaha untuk mendorong transformasi pendidikan kedokteran dan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam acara ini, para alumni dikumpulkan dan diharapkan bisa memberikan dukungan pada kegiatan akademik, finansial, dan penelitian. Tak hanya itu, sebagian besar alumni yang telah sukses berkarir di bidang politik juga diharapkan bisa memberikan feedback kepada FKUB.
Talkshow bersama para alumni yang telah berkiprah di politik dan kemasyarakatan pada Dies Natalis ke-52 FKUB 11 Januari 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Puncak peringatan Dies Natalis ke-52 FKUB turut menghadirkan alumni yang berkiprah di tingkat nasional, seperti dr. Gamal Albinsaid, sebagai anggota DPR RI Komisi IX, Dr.dr.H. Maulana, sebagai Wali Kota Jambi, serta Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman.
Kehadiran para alumni FKUB yang hebat ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menguatkan peran FKUB dan mendukung pembangunan institusi secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi civitas academica untuk berpartisipasi bagi bangsa dan negara.
Sebagai alumni Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr.dr.H. Maulana, berhasil membuat kebijakan yang berdasarkan pada kesehatan masyarakat yang bisa menyejahterakan rakyat. Latar belakang dokter menjadi salah satu tonggak awal untuk bisa menjadi seorang pemimpin daerah.
"Identitas kita sebagaimana orang kesehatan khususnya dokter menjadi basis kebijakan-kebijakan kita khususnya di bidang kesejahteraan masyarakat, di kesehatan itu memiliki basis keilmuan yg sangat holistik," jelas Dr.dr.H. Maulana.
Tak hanya itu, Dr.dr.H. Maulana juga mengungkapkan bahwa ilmu-ilmu organisasi seperti kepemimpinan dan pengetahuan terkait entrepreneurship juga menjadi bekal yang baik ketika terjun di kemasyarakatan.
"Banyak hal yang kami pelajari tak hanya praktek kliniknya tapi di praktek klinik sendiri mempunyai pengalaman skill yang luar biasa, saya juga pernah ikut organisasi kemahasiswaan menjadi ketua senat, hal ini menjadi bekal leadership, yang tak pernah terpikir dulu untuk menjadi dokter profesional atau spesialis, tapi tingkat kebutuhan masyarakat tinggi, sehingga itu menjadi salah satu tujuan saya," ungkap Dr.dr.H. Maulana.
"Saya sering mengelola klinik sehingga ilmu entrepreneurship di bidang kesehatan sangat berguna ketika saya mendirikan klinik dan rumah sakit, jadi bekal dalam mendorong sosial dan masyarakat. Melihat sebuah kebermanfaatan yang besar dan ada peluang untuk maju bidang politik dan alhamdulillah dipercaya oleh masyarakat menjadi wali kota," imbuhnya.
Lulusan kedokteran tak hanya menjadi dokter tapi juga bisa berkiprah di kemasyarakatan. Pada masa perkuliahan, para alumni juga akan dituntut untuk berperan aktif dalam kegiatan keorganisasian. Hal ini bisa menjadi bekal dalam bermasyarakat.
"Banyak dari alumni berkiprah di kemasyarakatan, ada beberapa alumni yg juga bergerak di politik, di tentara juga, tak hanya secara praktis tapi juga di masyarakat, FKUB juga memberikan ilmu di bidang apapun itu juga sebagai modal di bidang lain, selain itu organisasi yang diikuti bisa menjadi bekal untuk berkiprah di masyarakat," ucap Dr. dr. Aries Budianto selaku Ketua Alumni FKUB.
Tak hanya itu, dr. Gamal Albinsaid, sebagai anggota DPR RI Komisi IX juga berperan aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia. Dari beberapa pengalamannya, ia ingin membantu anak-anak Indonesia untuk bisa memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.
Gamal yang dulunya pernah diberi kesempatan oleh FKUB untuk membangun international experience, kini memiliki program yang telah membantu 25 ribu generasi muda melalui beasiswa Indonesia pintar untuk kuliah secara gratis.
Kemudian, ia juga memiliki program hibah pada 4 PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan membantu 15 sekolah mendapatkan revitalisasi.
"FKUB tak hanya mengembangkan kompetensi medis, tapi juga membantu mahasiswa untuk mengembangkan karakter menjadi pribadi yang berdaya saing tinggi, dan saya yakin di hari-hari kedepan, fakultas kedokteran bisa menjadi rahim, rahim lahirnya tenaga medis yang memiliki andil besar di Indonesia," jelas dr. Gamal Albinsaid.
Melalui Dies Natalis ke-52 ini, FKUB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Indonesia dengan mendidik tenaga kesehatan yang inovatif, profesional, dan berintegritas, serta memperkuat kolaborasi dengan alumni dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan kampus berdampak dan sistem kesehatan nasional yang tangguh.(*)
