Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus untuk Perkuat Industri Nasional

16 Januari 2026 11:20 16 Jan 2026 11:20

Thumbnail Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus untuk Perkuat Industri Nasional

Pesiden Prabowo saat berbicara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta tahun 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: BPIM)

KETIK, SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mengarahkan riset dan inovasi pada penguatan industri nasional serta peningkatan pendapatan negara. Arahan tersebut disampaikan dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta tahun 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Presiden menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi utama pembangunan berbasis sains dan teknologi. Presiden menilai bahwa pada era saat ini, peran pahlawan bangsa tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik, melainkan diwujudkan melalui kemampuan melahirkan terobosan yang berdampak nyata bagi ekonomi nasional.

“Bapak Presiden meminta riset dan inovasi diarahkan untuk membangun industri dan meningkatkan pendapatan negara. Jika dulu pahlawan bangsa adalah mereka yang berjuang melawan penjajahan, kini pahlawan itu adalah mereka yang mampu menciptakan inovasi dan terobosan yang menguatkan ekonomi nasional,” ujar Brian.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan agar penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, Presiden menyoroti perlunya sinergi yang kuat antara riset, teknologi, dan industri nasional. Menurutnya, pengembangan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri strategis agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh perekonomian bangsa.

Dalam konteks tersebut, Presiden berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi mampu mengambil peran sebagai motor penggerak lahirnya industri-industri besar berbasis sains dan teknologi yang dapat meningkatkan pemasukan negara.

Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara. Proyek tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi, sehingga menjadi peluang strategis bagi dunia akademik untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi harus memegang peran penting dan mengambil kontribusi signifikan, baik melalui penciptaan SDM unggul maupun riset dan inovasi,” jelas Brian.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran riset dan inovasi perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. Kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat besarnya amanat Presiden kepada peneliti dan akademisi untuk berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa.

Melalui kebijakan ini, Presiden Prabowo menegaskan visinya agar Indonesia tidak hanya unggul dalam sumber daya alam, tetapi juga mampu mengolah dan memanfaatkannya melalui kekuatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa. 

Tombol Google News

Tags:

Presiden prabowo riset kampus kemajuan sains Indonesia