Undang Ketum Parpol dan Mantan Presiden-Wapres, Prabowo Kembali Jelaskan Posisi dan Alasan Indonesia Gabung BoP

4 Maret 2026 08:40 4 Mar 2026 08:40

Thumbnail Undang Ketum Parpol dan Mantan Presiden-Wapres, Prabowo Kembali Jelaskan Posisi dan Alasan Indonesia Gabung BoP

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh seperti mantan presiden dan wapres serta pimpinan parpol untuk menjelaskan alasan Indonesia gabung BoP. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Derasnya kritikan berbagai pihak atas keputusan pemerintah Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump, rupanya terus dipantau oleh Presiden Prabowo. Terbaru, Prabowo mengumpulkan sejumlah tokoh dan pimpinan parpol di Istana Kepresidenan untuk kembali menjelaskan alasan Indonesia masuk ke dalam BoP. 

Selama sekitar empat jam, Presiden Prabowo menjelaskan alasan atas keputusan yang dianggap kontroversial tersebut. Selain pimpinan partai politik, turut hadir Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ketujuh Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.

Salah satu yang diundang dan hadir dalam pertemuan pada Selasa malam, 3 Maret 2025 tersebut adalah Presiden DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Almuzzammil Yusuf. 

Seusai pertemuan, PKS menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) merupakan opsi paling realistis di tengah dinamika global saat ini.

“Beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” ujar Almuzzammil, dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026. 

Terkait eskalasi konflik Iran dan Israel, Almuzzammil menilai pemerintah telah mengambil langkah strategis dan responsif untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat ketahanan pangan dan energi.

“Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” ujarnya.

Istana Kepresidenan, dalam siaran resminya menyatakan, pertemuan Presiden Prabowo dengan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik digelar untuk memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang kian kompleks.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan agenda itu bertujuan menyatukan sikap nasional demi menjaga stabilitas dan keamanan negara di tengah ketidakpastian global.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ujar Bahlil kepada awak media di lingkungan Istana.

Menurutnya, Presiden Prabowo membahas perkembangan geopolitik global serta kesiapan Indonesia menghadapi berbagai kemungkinan. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh bangsa, termasuk presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, serta para ketua umum partai politik.

Bahlil menegaskan, langkah-langkah yang diambil pemerintah saat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak krisis global.

“Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, termasuk kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM ini. (*)

Tombol Google News

Tags:

Board of Peace BoP Presiden Prabowo Donald Trump PKS SBY JK Jusuf Kalla Jokowi