KETIK, MALANG – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, hotel-hotel di Kota Malang terlihat dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati hidangan paket iftar.
Ketika Ramadan, okupansi hotel akan menurun karena warga Malang lebih fokus beribadah puasa di rumah. Sehingga, sebagai industri perhotelan, semua hotel di Kota Malang gencar untuk menawarkan paket iftar.
Hal ini bertujuan untuk bisa mencapai target pemasukan pada setiap hotel di Kota Malang. Dalam hal ini Agoes Basoeki selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mengatakan bahwa untuk paket iftar terlihat lumayan baik di Kota Malang, rata-rata full booked. Hal ini juga dilihat dari promo yang diberikan serta menu-menu yang ditawarkan.
"Paket iftar rata-rata sering full di tempat lain juga gitu, tergantung menu dan promo yang dipasarkan," ungkapnya.
Namun, rata-rata okupansi kamar di hotel-hotel Kota Malang masih rendah, sekitar 30 hingga 40 persen. Dalam hal ini, Agoes Basoeki berharap mendekati lebaran nanti okupansi hotel bisa ada peningkatan karena banyak pemudik yang datang.
"Okupansi masih rendah, sekitar 30 hingga 40 persen, ini kan masih ada waktu, mungkin nanti mendekati lebaran harapannya lebih ada peningkatan karena banyak pemudik," ucap Agoes Basoeki.
Ia juga mengungkapkan bahwa di The Shalimar Boutique Hotel Malang pada 4 Maret 2026, okupansi hanya 40%. Namun, untuk paket iftar bisa full booked.
Sehingga, paket iftar hadir sebagai trobosan agar hotel masih tetap ramai saat bulan Ramadan. Dalam hal ini, Agoes Basoeki mengatakan bahwa di kondisi seperti ini hotel-hotel harus kreatif agar target masih bisa terpenuhi meski okupansi rendah.
"Hotel itu ada target, harus tercapai, kalau tidak bisa masuk dari kamar ya dari lainnya, harus ada inovasi lain, kamarnya sepi ya F&Bnya yang gencar dipromosikan," tuturnya.(*)
