Korban Berhasil Ditemukan, Operasi Gabungan Pencarian Penumpang KMP Dharma Ferry VII Resmi Ditutup

5 Maret 2026 06:00 5 Mar 2026 06:00

Thumbnail Korban Berhasil Ditemukan, Operasi Gabungan Pencarian Penumpang KMP Dharma Ferry VII Resmi Ditutup

Tim Gabungan evakuasi korban jatuh dari kapal motor Dharma Ferry diperairan Maspion Gersik (Foto.Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban yang diduga terjatuh dari KMP Dharma Ferry VII di perairan sekitar Pelabuhan Maspion, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu, 4 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim melakukan pencarian selama tiga hari.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya prajurit Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) Gresik di bawah jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batuporon, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta instansi terkait lainnya.

Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita melalui Kanit Gakkum Satpolairud Polres Gresik Ipda Koko Prasetiyo menjelaskan, operasi pencarian bermula dari laporan awak kapal KMP Dharma Ferry VII yang berlayar dari Balikpapan menuju Surabaya. Kapal tersebut melaporkan adanya penumpang yang terjatuh ke laut di wilayah Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Menerima laporan itu, tim gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan secara intensif dengan mengerahkan sejumlah kapal patroli dan personel dari berbagai instansi.

"Pada hari ketiga pencarian, sekitar pukul 10.23 WIB, tim yang menggunakan KP X-1017 Satpolairud menemukan jasad laki-laki di koordinat 07°06’26.8’’S - 112°39’52.0’’E," jelasnya.

Setelah ditemukan, tim gabungan bersama Basarnas dan personel Ditpolairud Polda Jawa Timur segera melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa menuju dermaga pelabuhan umum untuk penanganan lebih lanjut.

Korban diketahui bernama Muslich (37), seorang wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam dan celana pendek berwarna cokelat serta memiliki rambut pendek.

"Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan visum dan proses lebih lanjut," tambahnya.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Batuporon Letkol Laut (P) Ari Wibowo mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menemukan korban menunjukkan kuatnya koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan.

"Saya tekankan pada semua prajurit Lanal Batuporon untuk terus menjaga soliditas dan bersinergi dengan semua unsur, khususnya menjelang meningkatnya arus pelayaran menjelang hari raya Idul Fitri," ucapnya.

Selama proses pencarian hingga evakuasi berlangsung, situasi tetap aman dan terkendali. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap penumpang yang jatuh dari KMP Dharma Ferry VII tersebut secara resmi dinyatakan selesai. (*)

Tombol Google News

Tags:

korban Jatuh kmp dhsrma ferry Maspion gersik