KETIK, JAKARTA – Sebanyak 23 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), berhasil dievakuasi dan kini berada dalam perlindungan pemerintah Indonesia.
Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, mengatakan seluruh WNI telah dikeluarkan dari area bandara dan diakomodasi di sejumlah hotel di Abu Dhabi.
“Saat ini mereka sudah berhasil dikeluarkan semua dari bandara dan sudah diakomodasi pada beberapa hotel di Abu Dhabi,” ujar Judha dalam keterangan resmi, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Judha, sebagian besar WNI tersebut merupakan penumpang transit, termasuk beberapa yang baru menyelesaikan ibadah umrah. Mereka tertahan akibat pembatalan penerbangan sejumlah maskapai menyusul penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Tertahan Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Penundaan evakuasi terjadi karena gangguan operasional dan pembatasan aktivitas terminal bandara akibat kondisi keamanan yang dinamis. Namun, melalui koordinasi intensif antara KBRI Abu Dhabi, otoritas setempat, dan pihak maskapai, seluruh WNI akhirnya dapat dikeluarkan dengan aman.
“Seluruh WNI dalam kondisi aman dan telah mendapatkan pendampingan oleh perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Abu Dhabi. Kami terus memantau situasi dan memastikan hak serta keselamatan mereka terlindungi,” kata Judha.
Penutupan ruang udara di sejumlah wilayah Timur Tengah terjadi setelah meningkatnya konflik militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan rudal dan drone balasan Iran dilaporkan meluas hingga ke negara-negara Teluk, termasuk UEA.
Beberapa kota seperti Abu Dhabi dan Dubai dilaporkan mengalami guncangan akibat ledakan, disertai penutupan koridor udara serta penangguhan penerbangan internasional yang berdampak pada transportasi sipil.
Iran disebut meluncurkan ratusan drone dan rudal, sebagian besar berhasil dihadang sistem pertahanan udara UEA. Namun, serpihan peralatan tempur yang jatuh dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban di lingkungan sipil.
Maskapai nasional UEA, Etihad Airways, turut menangguhkan sejumlah penerbangan ke dan dari Abu Dhabi hingga setidaknya 4 Maret 2026.
Imbauan untuk WNI di Kawasan Teluk
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Abu Dhabi mengimbau seluruh WNI di kawasan Teluk Persia untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi perwakilan RI, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan WNI di tengah situasi keamanan yang masih berkembang di kawasan Timur Tengah. (*)
