KETIK, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani merupakan kelompok paling setia, paling loyal, dan paling nasionalis terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Prabowo, jasa petani sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa, bahkan menjadi penopang utama kelangsungan negara sejak masa awal kemerdekaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.
Prabowo mengenang pengalamannya sejak muda sebagai prajurit TNI yang merasakan langsung kedekatan dan pengorbanan rakyat, khususnya para petani. Ia menegaskan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat dan hidup bersama rakyat.
“Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, belum ada anggaran, belum ada pajak, belum ada kementerian keuangan. Siapa yang memberi makan para pejuang? Rakyat Indonesia, terutama para petani,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak mungkin terwujud tanpa peran petani yang dengan keterbatasan hidup tetap membantu para pejuang. Bahkan, kata Prabowo, petani rela berbagi makanan di tengah kondisi serba sulit.
Prabowo juga mengenang masa-masa latihan militernya di desa-desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada awal 1970-an. Ia menceritakan bagaimana warga desa dengan rumah sederhana tetap menyambut para prajurit dengan penuh keikhlasan.
“Mereka keluar dari rumah memberi teh, pisang, singkong. Padahal untuk memasak saja mereka harus mengambil kayu dan air dari tempat yang jauh. Begitu besarnya cinta petani kepada tentara dan kepada negara,” tuturnya.
Menurut Prabowo, pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa petani adalah kelompok yang paling sadar akan arti negara dan bangsa. Namun, ia mengaku prihatin karena selama puluhan tahun petani dan nelayan justru kerap kurang dihormati, dibela, dan dilindungi.
“Saya tidak habis pikir, mereka yang paling setia, paling merah putih, justru sering terpinggirkan,” kata Presiden.
Karena itu, setelah purnatugas dari militer, Prabowo mengaku merasa sangat terhormat saat sejumlah tokoh pertanian memintanya untuk menerima amanah menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Melalui amanah tersebut, Prabowo menjadikannya sebagai bentuk pengabdian dan upaya membela kepentingan petani dan nelayan.
Ia menegaskan, keputusannya terjun memperjuangkan sektor pertanian merupakan bentuk balas budi atas jasa rakyat yang telah membesarkannya sejak muda dulu.
“Saya jadi jenderal karena para petani Indonesia. Pangkat yang saya emban berasal dari rakyat. Sekarang ini kesempatan saya membayar utang kepada para petani,” tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan dari para petani yang hadir dalam acara tersebut.
Prabowo kemudian menegaskan komitmennya untuk terus mengabdikan diri kepada rakyat, khususnya petani dan nelayan, sebagai fondasi utama ketahanan dan kedaulatan bangsa. (*)
