Bupati Situbondo Minta Peternak Ayam Gen Z dan Milenial Tingkatkan Produksi Telur

24 Februari 2026 00:47 24 Feb 2026 00:47

Thumbnail Bupati Situbondo Minta Peternak Ayam Gen Z dan Milenial Tingkatkan Produksi Telur

Bupati Situbondo ketika berdialog dengan Peternak Telur Gen Z dan Milenial di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin 23 Februari 2026 (Foto : Heru Hartanto / ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Untuk mencukupi kebutuhan telur masyarakat, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo mengajak peternak ayam petelur dari kalangan Gen Z dan milenial untuk terus meningkatkan produksi telurnya.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan di Pendopo Rakyat Situbondo yang membahas tentang rendahnya produksi telur di Kabupaten Situbondo jika dibandingkan dengan kebutuhan harian masyarakat.

“Kebutuhan telur untuk masyarakat Kabupaten Situbondo sekitar 17 ton per hari, tapi produksi telur lokal Situbondo saat ini hanya sekitar 3,5 ton per hari. Sisanya dibeli dari daerah luar Situbondo,” ujar Rio saat berdialog dengan para peternak, Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Bupati Situbondo, ketergantungan pasokan dari luar daerah membuat harga telur di Situbondo tidak stabil.

“Saya meminta dinas terkait segera mengumpulkan seluruh peternak telur dan pedaging untuk disusun strategi pengembangan produksi telur lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, terkait masalah permodalan para peternak, pemkab membuka peluang kerja sama dengan perbankan melalui skema pembiayaan UMKM.

“Masalahnya banyak, terutama modal dan pendampingan. Selama ini dinas lebih banyak fokusnya ke kambing dan sapi. Sedangkan, peternak ayam kurang didampingi. Sekarang saya minta harus ada pendampingan serius kepada peternak ayam telur supaya mereka bisa naik kelas,” katanya.

Bupati Situbondo juga memastikan bahwa program pemerintah daerah, termasuk pengadaan kebutuhan pangan seperti MBG/MBK wajib menyerap produksi lokal.

“Hal ini sudah saya sampaikan. Ini perintah Presiden, MBG/MBK harus ambil produk dari lokal, itu wajib. Nanti akan saya tuangkan dalam kebijakan anggaran perubahan,” tegas Mas Rio.

Sementara itu, Ahmad Hasan Saifur Ridzal (16), siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Asembagus mengatakan bahwa dirinya mulai menekuni usaha ternak ayam petelur sejak kelas 1 SMA.

“Saya memulai usaha ternak ayam bertelur pada bulan Januari 2025 dengan modal tiga ekor ayam petelur. Saya tertarik setelah melihat potensi keuntungan dari usaha telur yang bisa dipanen setiap hari,” terang Ahmad.

Warga Gadingan Timur, Kecamatan Jangkar, Situbondo menjelaskan bahwa dirinya pertama kali berternak ayam petelur memanfaatkan kandang milik keluarga dan memulai usaha secara bertahap.

“Modal awal diperoleh dengan cara mencicil pembelian ayam. Kini, dari hasil penjualan telur, saya bisa mendapat keuntungan sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari,” kata Ahmad. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Situbondo minta Peternak Ayam Gen Z MILENIAL Tingkatkan produksi telur