Bamsoet Launching Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’

16 Februari 2026 01:09 16 Feb 2026 01:09

Thumbnail Bamsoet Launching Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’

Bambang Soesatyo dan sejumlah tokoh saat meluncurkan buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ karya Joseph Osdar di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026. (Foto: Tim Media Bamsoet)

KETIK, JAKARTA – Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, meluncurkan buku berjudul ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ karya jurnalis senior Joseph Osdar di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Osdar, mantan wartawan Kompas, menghadirkan gambaran praktik politik yang bekerja dalam senyap, tanpa panggung, tanpa sensasi, dan tanpa kebutuhan mempertontonkan konflik.

“Buku ini merekam bagaimana politik sesungguhnya bekerja. Tidak selalu di depan kamera, tidak selalu di panggung besar, dan tidak selalu melalui pernyataan keras atau populis,” kata Bamsoet.

Menurutnya, politik akal sehat kerap hadir dalam ruang-ruang sunyi melalui keputusan yang mungkin tidak populer, namun penting bagi bangsa.

Salah satu pesan utama buku ini, lanjut Bamsoet, adalah pentingnya kedewasaan dalam mengelola perbedaan.

Ia menilai dalam demokrasi, perbedaan pandangan dan kepentingan adalah keniscayaan. Namun kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh cara elite mengelola perbedaan tersebut.

“Kita lihat kemampuan Presiden Prabowo merangkul dan menjembatani perbedaan demi kepentingan bangsa,” ujarnya.

Ia mencontohkan dinamika politik pasca Pemilihan Presiden Indonesia 2019 yang melibatkan sejumlah tokoh seperti Tom Lembong dan Hasto Kristiyanti.

“Siapa yang tidak kenal misalnya Tom Lembong dan Hasto Kristiyanti yang berseberangan ketika Pilpres. Tetapi kemudian ada keputusan, Tom Lembong diberi abolisi, Hasto diberi amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” lanjutnya.

Bamsoet berharap peluncuran buku ini memperkaya diskursus publik mengenai praktik politik yang sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, sekaligus menjadi alternatif narasi di tengah politik panggung dan kegaduhan.

“Karena pada hakekatnya pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Serta membela, bukan mencela,” ucapnya.

Hal senada disampaikan pengamat politik Rocky Gerung yang turut hadir dalam peluncuran tersebut. Ia menilai politik tidak boleh semata-mata diukur dari elektabilitas, melainkan harus berangkat dari etika dan moralitas.

Rocky mengisahkan pengalamannya saat memberi masukan kepada Prabowo Subianto menjelang debat Pemilihan Presiden Indonesia 2019. Ia menyarankan agar membawa buku The Great Disruption karya Francis Fukuyama untuk menguji literasi kepemimpinan lawan debat.

“Waktu itu saya sarankan membawa buku itu dan menanyakan bagian mana yang menarik. Itu untuk menguji kedalaman literasi kepemimpinan,” ujar Rocky.

Namun, menurutnya, Prabowo menolak langkah tersebut karena tidak ingin mempermalukan lawan di atas panggung debat.

“Beliau tidak ingin menghina Presiden Jokowi di panggung. Di situ saya melihat ada etika dan moralitas yang didahulukan. Politik bagi beliau bukan sekadar soal menang, tetapi juga menjaga martabat,” paparnya.

Dalam buku ini, Joseph Osdar menjadikan Bamsoet sebagai narasumber utama. Ia menempatkan Prabowo dan Bamsoet sebagai contoh praktik politik rasional di tengah budaya politik yang kerap emosional dan reaktif.

“Demokrasi tidak akan rusak karena perbedaan, tetapi ia bisa rusak karena ketidakmampuan mengelola perbedaan,” kata Osdar.

Ia menambahkan, politik tanpa panggung adalah politik yang tidak sibuk memperlebar jarak, melainkan berupaya menjembatani kepentingan demi stabilitas nasional agar investasi tumbuh dan dunia usaha berkembang.

Peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menkomdigi Meutia Hafid, Dubes RI untuk Italia Junimart Girsang, Aris Marsudiyanto, Habib Aboe Bakar Alhabsy, Prof Jimly Asshiddiqie, Suryopratomo, Mochamad Iriawan, Simon Aloisius Mantiri, Jerry Hermawan Lo, Pontjo Sutowo, Jenderal (Purn) Sutarman, Setya Novanto, Didik J Rachbini, Soetrisno Bahir, Akbar Faisal, Effendi Gazali dan sejumlah tokoh lainnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bamsoet Luncurkan Buku Joseph Osdar Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung Rocky Gerung Prabowo Subianto Pemimpin Merangkul Jokowi Bambang Soesatyo Bamsoet Peluncuran Buku Politik Akal Sehat