FIFA Series 2026, Saatnya John Herdman Berani Mencoba Pemain BRI Super League!

23 Februari 2026 11:38 23 Feb 2026 11:38

Thumbnail FIFA Series 2026, Saatnya John Herdman Berani Mencoba Pemain BRI Super League!

Oleh: Agus Riyanto*

Program besar PSSI menaturalisasi pemain keturunan, hingga saat ini ternyata belum bisa memuaskan publik sepak bola di tanah air. Selain gagal lolos keputran final Piala Dunia, medali emas SEA Games pun juga gagal dipertahankan. Padahal,  salah satu tujuannya adalah mendongkrak prestasi sepak bola Indonesia.

Tantangan terdekat dari PSSI adalah mengikuti turnamen kalender FIFA yang bertajuk FIFA Series 2026 yang akan digelar akhir Maret mendatang. Di mana Pasukan Garuda akan bertanding melawan Saint Kitts dan Nevis. Jika menang akan melawan pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon.

Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengukir prestasi sekaligus menjawab keraguan publik atas beberapa kebijakan PSSI, program naturalisasi dan gonta-ganti pelatih. Tentu momentum ini tidak boleh disia-siakan.

Tak cukup hanya menaturalisasi pemain keturunan, PSSI juga melakukan 'gonta-ganti' pelatih untuk mewujudkannya. Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert adalah salah satu contoh pelatih yang diakhiri kerjasamanya sebelum masa kontrak berakhir.

Kini PSSI mencoba keberuntungan dengan mendatangkan Kembali pelatih asal Benua Biru (Inggris), yakni John Herdman. Secara level dan gaji yang diterima masih kalah mentereng jika dibandingkan STY dan Patrick Kluivert. Bahkan disebut-sebut Herdman adalah pelatih kelas tiga di level dunia.

Tak sedikit publik yang agak meragukan kemampuan juru taktik yang sukses membawa Kanada lolos ke putaran final Piala Dunia. Termasuk harapannya agar Herdman berani mencoba beberapa pemain yang tampil di BRI Super League 2025-2026. Karena. ada beberapa pemain yang ditengarai memiliki kualitas yang tak jauh beda dengan pemain naturalisasi. Sebut saja Ricky Kambuaya, Sayuri bersaudara, Egi Maulana Vikri, ataupun Hoky Caraka, serta pemain lain yang mungkin cocok untuk mengisi skuad Garuda.

Herdman juga harus melakukan kajian untuk menentukan skuad inti. Pun demikian juga dengan mencoba beberapa pemain BRI Super League yang tampil lumayan selama kompetisi yang memiliki menit bermain cukup banyak. Karena, tidak semua pemain naturalisasi yang bermain di liga Eropa memiliki banyak menit bermain. Paling gres adalah eksodus pemain naturalisasi yang tampil di BRI Super League.

Artinya, ada dua kemungkinan yang bisa jadi referensi. Apakah mereka kalah bersaing di klubnya atau mungkin faktor lain, misalnya soal gaji pemain. Tidak sedikit pemain lokal yang memiliki kualitas jika saja diberi kesempatan menggunakan Jersey Garuda. Sekaligus untuk memberi ruang dan memaknai tujuan dari kompetisi di sebuah negara, yaitu menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.

Faktanya, Vietnam yang banyak menggunakan pemain lokal sukses mengukir prestasi mentereng di kawasan Asean dan Asia. Selain Juara SEA Games, Vietnam U-23 juga sukses di Piala Asia beberapa waktu yang lalu. Dua raksasa Asia pun menjadi korbannya, yaitu Korsel dan Saudi Arabia.

Meskipun harus diakui, ada beberapa pemain naturalisasi yang memang memiliki kualitas bagus. Ada Kelvin Verdonk, Bang Jay, Sandy Walsh, Justin Hubner, Kevin Diks dan dua posisi penjaga gawang. Sementara untuk posisi striker memang masih ada kendala dan tak ada salahnya jika mencoba striker-striker lokal. Exel dan Hoky bisa jadi alternatif. Termasuk untuk pemain sayap ada Yance Sayuri dan Ricky Kambuaya di posisi pemain tengah.

Tentu akan menjadi pertanyaan besar jika saja Herdman menggunakan semua pemain naturalisasi di semua posisi. Selain menutup ruang juga kurang bagus untuk sistem pembinaan. Walaupun ini turnamen internasional yang punya nilai penentu ranking FIFA. Semua keputusan ada di tangan sang juru racik. Endingnya bagaimana bisa membawa prestasi sepak bola Indonesia lebih baik, semoga. 

*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Agus Riyanto opini Artikel opini FIFA Series 2026 John Herdman BRI Super League